PRIORITAS, 10/7/26 (Tel Aviv): Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang menyarankan Israel segera menarik pasukannya dari Lebanon berdasarkan kesepakatan kerangka kerja antara Tel Aviv dan Beirut. Namun, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menolak pernyataan tersebut.
Malah dalam pernyataannya yang dikutip surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada Kamis (9/7/26) waktu setempat, Katz menegaskan, Israel tidak membutuhkan persetujuan dari pihak mana pun untuk mempertahankan kehadiran pasukan militernya di wilayah Lebanon.
"Kami tidak meminta izin dari pihak mana pun untuk memasuki Lebanon, dan kami tidak memerlukan izin untuk tetap berada di Lebanon," kata Katz, mengutip Anadolu Agency, Kamis (9/7/26).
Israel bertahsn hingga tujuan militer tercapai
Israel bahkan menegaskan, negaranya akan tetap mempertahankan pasukannya di zona keamanan di Lebanon hingga tujuan militernya tercapai.
"Seperti yang telah dijelaskan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya, kami akan terus berada di zona keamanan di Lebanon dan beroperasi dari sana selama diperlukan, sampai Hizbullah dilucuti senjatanya," tegasnya lagi.
Adapun pernyataan Katz muncul sehari setelah Trump menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki mengenai kemungkinan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan.
Trump mengaku telah berbicara dengan Netanyahu
Ketika itu Trump mengatakan, setelah berbicara dengan Netanyahu, ia meyakini Israel ingin menarik pasukannya dari Lebanon. Ia juga menyebut hubungan Israel dan Lebanon mulai membaik serta keduanya telah menandatangani sebuah perjanjian untuk pertama kalinya.
Pada 26 Juni 2926 lalu, sebagaimana Beritasatu.com melansur, Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS. Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon, yang diawali dengan penerapan di dua zona percontohan yang tidak disebutkan secara rinci.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar pada Selasa (7/7/26) sebelumnya, mengumumkan babak baru perundingan antara Israel dan Lebanon akan digelar di Roma, Italia, pada Selasa (14/7/26) hingga Rabu (15/7/26) mendatang. (P-*/jr)








