Netanyahu bersumpah pasukan Israel tetap duduki Lebanon

Jeffry Wuisan
Senin, 6 Juli 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 6/7/26 (Jerusalem) : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah pasukan Israel tetap menduduki Lebanon selatan meskipun ada ancaman dari Iran dan tekanan Amerika Serikat terkait kesepakatan perdamaian.

Pernyataan Netanyahu menggarisbawahi sikap teguh Israel terhadap Iran, seiring upaya yang dipimpin AS terus mengejar kesepakatan perdamaian regional lebih luas di bawah usulan gencatan senjata 60 hari untuk meredakan ketegangan.

“Israel akan tetap berada di Lebanon selama diperlukan untuk melindungi penduduk wilayah Utara dan semua warga negara Israel,” tegas Netanyahu.

Seperti informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com hari Senin (6/7) mengutip Fox News, militer Israel terus menguasai punggung bukit Beaufort yang strategis di Lebanon selatan dan mempertahankan operasi di wilayah Litani, zona penyangga utama antara Lebanon dan Israel.

Sebelumnya Iran berkali-kali mengancam kesepakatan perdamaian dengan AS bisa batal, jika Israel tidak keluar dari front Lebanon.

Iran mendukung proksinya, Hizbullah di Lebanon yang selama ini melakukan teror serangan ke Israel.

Netanyahu juga menyatakan Israel tidak akan mengizinkan Iran untuk memperoleh senjata nuklir, terlepas dari kesepakatan apa pun.

“Jalan Herzl adalah jalan kita. Meskipun kita memperhatikan kepentingan sekutu kita, kita tetap teguh pada kepentingan vital Israel, dan dalam konteks ini, saya ulangi apa yang saya katakan beberapa kalimat yang lalu, penting untuk mengatakannya lagi: Dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, kita tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir!” katanya.

Bantah keretakan

Netanyahu juga membantah laporan tentang keretakan hubungannya dengan Presiden AS, Donald Trump.

Ia menegaskan mereka berdua tetap sejalan mengenai Iran, seiring Washington berupaya mencapai kesepakatan nuklir yang lebih luas dengan Teheran.

Netanyahu mengatakan Israel dan AS memiliki tujuan sama terkait Iran, bahkan ketika Trump terus melanjutkan pembicaraan yang telah menuai kritik dari beberapa pejabat Israel.

“Tapi saya bisa pastikan ini, ada kesepakatan atau tidak, selama saya menjadi perdana menteri, Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” kata Netanyahu.

Ketika ditanya apakah hubungannya dengan Trump memburuk terkait Iran , Netanyahu mengatakan setiap perbedaan pendapat antara kedua sekutu tersebut ditangani secara langsung.

“Saya rasa tidak ada keretakan,” kata Netanyahu. “Saya rasa Amerika tidak memiliki sekutu yang lebih hebat daripada Israel, dan Israel tidak memiliki sekutu yang lebih hebat daripada Amerika Serikat.”

Netanyahu mengatakan Trump bertindak demi kepentingan AS sekaligus demi kepentingan Israel, tetapi ia berpendapat mereka berdua biasanya sejalan.

“Presiden Trump adalah pemimpin Amerika Serikat. Dia melakukan apa yang baik untuk Amerika. Saya adalah pemimpin Israel, satu-satunya negara Yahudi. Saya melakukan apa yang baik untuk Israel,” ujar Netanyahu.
“Sembilan puluh sembilan persen dari waktu kami memiliki pandangan yang sama”, tekannya.(P-*r/JeffryW)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025