Meningkat signifikan jumlah pesawat militer AS terbang dari Eropa ke Timteng, kenapa ya?

Selvijn MJR
Senin, 4 Mei 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 4/5/26 (Washington DC): Ada peningkatan tak biasa lalu lintas udara militer Amerika Serikat (AS) dari Eropa ke kawasan Timur Tengah (Timteng). Dilaporkan, peningkatan yang cukup signifikan ini terdeteksi saat ketegangan antara AS dan Iran terus berlanjut, setelah upaya perdamaian untuk mengakhiri perang alami jalan buntu.


Sebagaimana dicek kantor berita Turki, Anadolu Agency dengan menggunakan data FlightRadar24, seperti dilansir Anadolu, Senin (4/5/26), menemukan peningkatan yang tidak biasa dalam jumlah pesawat militer AS yang terbang dari pangkalan mereka di Eropa ke negara-negara Timur Tengah pada Minggu (3/5/26).

Disebutkan, sebagian besar pesawat militer AS yang terdeteksi mengudara ke Timur Tengah terdiri atas pesawat angkut militer dan pesawat pengisian bahan bakar di udara. Dan di antara pesawat militer itu adalah pesawat kargo militer C-17A Globemaster III, yang mampu mengangkut sekitar 77 ton muatan kargo dan sekitar 100 personel militer.

Selain itu, pesawat angkut Lockheed C-5M Super Galaxy, pesawat angkut terbesar di Angkatan Udara AS, dengan kapasitas muatan sekitar 127 ton, dan Boeing KC-46 Pegasus, pesawat tanker buatan Boeing yang digunakan untuk pengisian bahan bakar di udara dan transportasi strategis, menurut Anadolu Agency, juga terlihat beroperasi di wilayah udara Eropa dan Timteng.


Dilaporkan pula, setidaknya 12 pesawat angkut militer AS dilaporkan sedang dalam perjalanan ke Timur Tengah, beberapa di antaranya berangkat dari Jerman.

Pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker juga terbang

Kemudian, pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker juga termasuk di antara pesawat yang mengudara ke kawasan tersebut, dengan setidaknya empat pesawat pengisian bahan bakar terlihat beroperasi di sekitar Israel dan area-area sekitarnya di Timteng.

Juga, pesawat pengintai intelijen sinyal (SIGNIT) milik AS, jenis Boeing RC-135W Rivet Joint, terlihat beroperasi di langit dekat Bahrain. Beberapa pesawat angkut militer yang berangkat dari AS, sebut Anadolu Agency, dan dikutip Detik.com, juga terdeteksi mengudara tanpa tujuan yang terkonfirmasi pada tahap ini.

Ketegangan masih tinggi

Diketahui, ketegangan masih tinggi di Timur Tengah sejak perang berkecamuk pada 28 Februari lalu. Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global, ditutup oleh Iran imbas perang tersebut. Dan membalas hal tersebut, AS memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di jalur perairan penting itu.

Sementara itu, gencatan senjata selama dua minggu diumumkan pada 7 April lalu melalui mediasi Pakistan, yang diikuti perundingan damai di Islamabad pada 11 April. Namun perundingan berakhir tanpa kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang secara permanen ke depan.

Selanjutnya, Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata, tanpa menetapkan tenggat waktu baru, setelah permintaan dari Pakistan sebagai mediator. Hingga saat ini, upaya perdamaian terus dilakukan oleh mediator namun belum menghasilkan pertemuan baru lagi. (P-*r/Dtk/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan