
Mantan petinju profesional Prichard Colón didorong menggunakan kursi roda oleh ayahnya, Richard Colón, di Winter Park, Florida, pada 22 Mei 2017. (CNN Sports).PRIORITAS, 15/8/26 (Puerto Rico):Kabar duka menyelimuti dunia tinju internasional. Mantan petinju berbakat asal Puerto Rico, Prichard Colón, meninggal dunia pada usia 33 tahun. Berita duka ini hadir 11 tahun setelah ia mengalami cedera otak parah akibat pukulan terlarang dalam pertarungan profesionalnya.

Ayah almarhum, Richard Colón, membagikan kabar duka tersebut melalui akun Facebook pribadinya pada Kamis (13/8/2026). “Dengan berat hati saya mengabarkan kepulangan putra saya, Prichard, dari dunia ini. Kini ia telah berada di tempat yang lebih baik,” tulis Richard Colón seperti dilansir dari CNN Sports.
Prichard Colón mengawali karir tinjunya dengan sangat gemilang. Sebelum berusia 20 tahun, ia telah mengoleksi lima gelar juara amatir nasional dan mendulang medali emas Pan American Youth.
Selanjutnya, ia terjun ke dunia profesional pada tahun 2013 di kelas super welterweight. Dari total 17 pertarungan, Colón sukses mengantongi 16 kemenangan dengan 13 di antaranya diraih secara knock-out (KO).

Namun demikian, nasib naas menimpanya pada Oktober 2015 saat bertanding melawan Terrel Williams di Virginia, Amerika Serikat. Dalam duel tersebut, lawannya mendaratkan pukulan terlarang ke bagian belakang kepala (rabbit punch).
Akibatnya, Colón mengalami trauma kepala berat di ruang ganti seusai laga. Petugas medis langsung melarikannya ke rumah sakit untuk menjalani operasi pendarahan otak. Meski berhasil selamat, cedera permanen tersebut memaksa Colón pensiun dini dan menghabiskan sisa hidupnya di atas kursi roda.
Kepergian Prichard Colón memicu rasa duka yang mendalam dari organisasi tinju dunia, World Boxing Council (WBC). Presiden WBC Mauricio Sulaimán menyebut Colón sebagai simbol keberanian dan “Juara Dunia Kehormatan.” “Prichard bertarung bukan hanya dengan keahlian, melainkan juga dengan keanggunan dan rasa bangga membawa bendera Puerto Rico,” tegas WBC dalam pernyataan resminya.
Tragedi yang menimpa Colón mendorong WBC untuk memperketat regulasi keselamatan petinju secara global. Organisasi ini kini menerapkan aturan toleransi nol terhadap pukulan ke belakang kepala serta memperketat protokol medis di setiap pertandingan. (P-Gio R)

