

PRIORITAS, 11/5/2026 (Manado): Sektor pariwisata Sulawesi Utara mencatat lonjakan gemilang pada Maret 2026,

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara mencapai 11.517 orang, naik drastis 25,31% dibandingkan bulan Februari yang tercatat 9.191 orang.
Angka tersebut menjadi sinyal kuat pemulihan dan pertumbuhan pesat industri pariwisata Bumi Nyiur Melambai.
Kenaikan tajam ini tercatat sebagai salah satu pertumbuhan bulanan tertinggi dalam dua tahun terakhir, Jika ditelusuri grafik perkembangan sejak Maret 2025, tren kedatangan terus menanjak dari angka 3.499 orang setahun lalu, terus naik stabil, hingga menembus angka lebih dari 11 ribu orang pada Maret 2026.

Ini membuktikan Sulawesi Utara semakin diminati sebagai tujuan wisata utama di Indonesia bagian timur.
Ditinjau dari asal negara, Korea Selatan kembali menjadi penyumbang terbesar dengan persentase 36,24%, disusul rapat oleh Tiongkok di urutan kedua dengan 35,37%. Kedua negara Asia Timur ini tetap menjadi tulang punggung kunjungan asing ke Sulut, menguasai lebih dari 70% total kedatangan wisatawan mancanegara.
Berikut rincian lengkap asal wisatawan: Korea Selatan: 36,24%, Tiongkok: 35,37%, Australia: 7,93%, Inggris Raya: 6,02%, Amerika Serikat: 5,19%, Sisanya berasal dari negara-negara lain.
*Peningkatan jumlah wisatawan juga berdampak langsung pada kinerja akomodasi*
Data mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulut pada Maret 2026 mencapai 43,28%, naik tipis 0,08 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski tingkat hunian naik, Rata-rata Lama Menginap Total (RLMT) wisatawan tercatat 1,66 hari, sedikit turun 0,31 hari dibanding bulan lalu.
Kondisi ini menunjukkan meski jumlah kedatangan makin banyak, durasi kunjungan masih tergolong singkat.
Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemda dan pelaku usaha: perlu inovasi paket wisata baru agar wisatawan betah tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak.
*Data ini adalah kabar gembira yang menegaskan posisi Sulawesi Utara sebagai gerbang pariwisata Indonesia Timur*
Pertumbuhan 25% dalam sebulan bukan angka biasa, ini bukti kepercayaan dunia internasional kembali pulih bahkan melebihi masa-masa sebelumnya.
Angka 11.517 kedatangan ini sangat luar biasa. Pasar Korea dan Tiongkok sangat kuat, namun kita juga lihat potensi negara lain makin terbuka.
Tugas kita sekarang pertahankan pertumbuhan ini, dan ciptakan daya tarik baru agar wisatawan tidak cuma lewat, tapi tinggal lebih lama dan berkeliling ke lebih banyak destinasi
Kini mata tertuju pada bulan-bulan berikutnya, dengan tren yang terus naik sejak awal tahun, Sulawesi Utara optimis tahun 2026 akan menjadi tahun emas kebangkitan pariwisata, berkontribusi besar bagi ekonomi daerah, pendapatan masyarakat, dan pemerataan kesejahteraan. (P-Deon Y. Wonggo)

