

PRIORITAS, 27/4/2026 (Bintan): Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mengembangkan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan dan Karimun sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus magnet investasi global.
Kawasan ini diposisikan tidak hanya sebagai pusat industri, tetapi juga ekosistem bisnis terintegrasi yang kompetitif di tingkat internasional. Dukungan insentif fiskal, percepatan perizinan, serta pembangunan infrastruktur menjadi strategi utama untuk menarik investor.
Ketua Dewan Kawasan KPBPB Bintan dan Karimun yang juga Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan efisien.
“KPBPB Bintan dan Karimun kita siapkan sebagai kawasan yang ramah investasi, mulai dari insentif fiskal, percepatan perizinan, hingga dukungan infrastruktur agar investor semakin yakin menanamkan modalnya,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Kepri juga mengembangkan sektor industri, maritim, dan pariwisata secara paralel, sehingga kawasan ini menjadi pusat ekonomi terpadu.

Keunggulan geografis Kepri yang berada di jalur strategis Selat Malaka—salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia—menjadi nilai tambah besar dalam mendukung perdagangan internasional.
Pemerintah juga mendorong penguatan kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) sebagai hub logistik internasional yang menghubungkan negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Data terbaru menunjukkan realisasi investasi di kawasan BBK mencapai 4,67 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,38 triliun, menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kepri.
Ansar menegaskan, keberhasilan pengembangan KPBPB sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, badan pengusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kepri adalah beranda depan Indonesia. Apa yang kita bangun di sini bukan hanya untuk daerah, tetapi juga untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya. (P-Jeff K)

