PRIORITAS, 1/4/26 (Jakarta): Koperasi desa menjadi instrumen pemerintah untuk menyediakan akses pembiayaan murah bagi masyarakat desa melalui skema koperasi desa atau Kopdes Merah Putih dengan bunga rendah sekitar enam persen per tahun.
Program koperasi desa ini disiapkan Kementerian Koperasi (Kemenkop) sebagai skema pembiayaan ultra mikro berbasis komunitas untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM di desa.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan koperasi desa akan menjadi alternatif pembiayaan resmi agar masyarakat tidak terjebak pinjaman online atau pinjol serta praktik rentenir.
“Koperasi Desa, salah satu kegiatannya adalah melakukan pembiayaan ultra mikro dengan tingkat bunga yang rendah, itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya masyarakat tidak terjebak kepada praktik rentenir, pinjaman online, dan lain sebagainya,” kata Ferry, seperti dikutip Beirtaprioritas dari Antara, Selasa (1/4/26).
Sesuai kebutuhan riil
Pemerintah merancang unit lembaga keuangan mikro (LKM) di setiap koperasi desa untuk menyalurkan kredit sesuai kebutuhan riil masyarakat berbasis data lokal desa.
Ferry menjelaskan Kemenkop akan memetakan kebutuhan pembiayaan ultra mikro di setiap wilayah agar penyaluran kredit tepat sasaran dan efisien.
“Nanti di setiap koperasi desa itu ada lembaga keuangan mikronya, kita tentu nanti akan lihat seberapa banyak, seberapa yang dibutuhkan di desa tersebut yang perlu pembiayaan keuangan mikronya,” ujar dia.
Koperasi desa serap produksi
Selain pembiayaan, koperasi desa juga diarahkan menjadi penyerap hasil produksi masyarakat atau offtaker guna menjaga stabilitas harga dan distribusi barang kebutuhan pokok.
Koperasi desa akan membeli hasil pertanian dan produk lokal sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien serta meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM desa.
Ferry menegaskan indikator keberhasilan koperasi desa mencakup kemampuan menjual barang lebih murah, menyalurkan kredit berbunga rendah, serta menyerap produksi masyarakat desa.
“Kalau bagi kami di Kementerian Koperasi, indikator keberhasilan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih adalah yang pertama bisa menjual barang dengan harga yang lebih murah lalu kedua bisa membantu pembiayaan dengan bunga rendah dan kemudian juga bisa menyerap hasil produk masyarakat desa,” jelas Ferry.
Kemenkop juga menggelar rapat pimpinan untuk memastikan koperasi desa berfungsi optimal sebagai pusat ekonomi berbasis komunitas desa.
“Nah ini yang hari ini kami di Kementerian Koperasi akan melaksanakan rapat pimpinan untuk fokus juga membahas salah satunya yang terpenting adalah Koperasi Desa ini menjadi offtaker atau menyerap hasil produksi masyarakat desa,” ujar dia.
Siapkan kredit murah
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menyediakan kredit murah melalui koperasi desa dengan bunga enam persen per tahun untuk memutus ketergantungan petani terhadap rentenir.
Kebijakan koperasi desa ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM desa serta mengurangi praktik pinjol ilegal yang membebani masyarakat. (P-Khalied M)








