Konsumsi daging picu risiko kanker payudara, mitos atau fakta?

Khalied Malvino
Minggu, 9 November 2025
3 menit membaca

dr. Rosary menjelaskan, hormon estrogen tidak hanya diproduksi oleh indung telur, tapi juga oleh sel-sel lemak. Artinya, semakin banyak lemak tubuh, semakin tinggi pula kadar estrogen dalam tubuh seseorang.

“Sedangkan obesitas itu sel lemak. Sel lemak kita selain dari indung telur yang menghasilkan estrogen, sel lemak tubuh itu juga menghasilkan estrogen,” jelasnya.

Peningkatan kadar estrogen ini bisa mempercepat pertumbuhan sel di jaringan payudara dan berpotensi memicu kanker dalam jangka panjang.


Selain kadar lemak, ia menyoroti bahaya lain dari daging olahan dan makanan berpengawet. Bahan kimia dan pengawet dalam makanan tersebut bisa menimbulkan oksidasi di dalam tubuh, yang perlahan dapat merusak sel.

“Sehingga mungkin kaitannya adalah pemakan daging kemudian pengawet, karena pengawet oksidannya tinggi, artinya dia bisa menyebabkan mutasi sel secara tidak langsung,” tambahnya.

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan