Kawasan Industri PT Lippo Cikarang Tbk. (dok. LPCK)PRIORITAS, 1/2/2026 (Jakarta): Transformasi hijau industri nasional mulai bergerak dari jantung kawasan manufaktur, PT Lippo Cikarang Tbk. Perusahaan yang dengan kode emiten LPCK ini, menegaskan komitmennya dalam memperkuat efisiensi energi dan pengendalian emisi di kawasan industri yang dikelolanya, sebagai bagian dari tanggung jawab korporasi untuk membangun ekosistem industri berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berdaya saing global.
Sebagai pengembang kawasan internasional melalui Lippo Cikarang Cosmopolis, LPCK menyadari bahwa penggunaan listrik dan BBM berbasis energi fosil masih menjadi tantangan utama dalam pengurangan emisi karbon. Karena itu, perusahaan mendorong penggunaan energi yang lebih bijak, efisien, dan bertanggung jawab.
Deputy COO Lippo Cikarang, Lukas Budi Setiawan, menjelaskan bahwa pengawasan lingkungan dilakukan secara berkala. “Perseroan secara rutin melakukan monitoring lingkungan dengan pengujian kualitas udara ambien setiap enam bulan,” ujarnya sebagaimana dilansir Liputan6.com, pekan lalu.
Hasil pengujian tersebut dilaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan Provinsi Jawa Barat melalui dokumen RKL-RPL sebagai bagian dari pemantauan dampak lingkungan yang terukur dan berkelanjutan.
Pemantauan Tenant dan Pengendalian Emisi
Lippo Cikarang juga memantau aktivitas tenant industri, terutama yang masih menggunakan batu bara sebagai sumber energi. Pengawasan ini memastikan bahwa pengelolaan emisi mematuhi Peraturan Kawasan dan regulasi pemerintah.
Jika ditemukan pelanggaran, perusahaan memberikan pemberitahuan resmi dan mendorong tenant untuk melakukan perbaikan segera. Selain itu, Lippo Cikarang rutin menggelar sosialisasi terkait pengendalian emisi dan praktik ramah lingkungan untuk meningkatkan kepatuhan tenant.
Sejumlah langkah konkret diterapkan perusahaan untuk menekan konsumsi energi, di antaranya, mengoptimalkan sistem gravitasi pada pengolahan air limbah untuk mengurangi penggunaan pompa listrik, mengurangi intensitas backwash dan mengoperasikan instalasi air bersih di luar jam beban puncak, dan pemantauan rutin konsumsi listrik.
Selain itu, penggantian sistem kontrol motor pompa, penggunaan lampu LED untuk PJU dan area perkantoran, kebijakan penghematan listrik pada peralatan dan lampu, optimalisasi kendaraan operasional untuk mengurangi konsumsi BBM, serta penyediaan tandon air serta penonaktifan sambungan listrik yang tidak digunakan.
Lippo Cikarang menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan tenant dan pemangku kepentingan guna menciptakan kawasan industri yang semakin efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. (P-*/bwl)