Kimi Antonelli secara emosional mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada tim Mercedes. (Courtesy: formula1.com)PRIORITAS, 15/3/26 (Shanghai, China): Andrea Kimi Antonelli mengamankan kemenangan Formula 1 (F1) pertamanya di Grand Prix China 2026, di Sirkuit Internasional Shanghai, Minggu (15/3/26) siang waktu setempat.
Pembalap 19 tahun itu menjadi Juara F1 termuda kedua dalam sejarah olahraga ini. Gelar pembalap termuda juara F1 masih dipegang Max Verstappen. Pembalap Belanda itu menjadi pemenang balapan termuda F1 setelah menjuarai GP Spanyol 2016 dalam usia 18 tahun 228 hari.
Menyambut kemenangan sensasionalnya, Kimi Antonelli secara emosional berterima kasih kepada timnya, Mercedes-AMG Petronas Formula One Team. “Mereka membantu saya mewujudkan mimpi ini,” ujar Kimi sebagaimana dilansir dari laman resmi kejuaraan dunia F1, formula1.com Minggu malam.
Pembalap kelahiran Bologna, Italia, pada 25 Agustus 2006 itu, menjadi peraih pole position F1 termuda untuk Grand Prix dalam Kualifikasi hari Sabtu di Shanghai. Pada balapan di Minggu siang, ia menyempurnakan keberhasilannya dengan menjadi pembalap termuda kedua yang mencapai prestasi tersebut setelah juara dunia empat kali, Max Verstappen.
Antonelli merasa emosional setelah balapan dan berterima kasih kepada Mercedes atas dukungannya. Kimi dipanggil masuk tim Mercedes pada 2025 lalu, menggantikan Lewis Hamilton yang hijrah ke Ferrari.
“Saya kehabisan kata-kata,” kata Antonelli setelah balapan. “Sejujurnya, saya hampir menangis. Terima kasih banyak kepada tim saya, karena mereka membantu saya mewujudkan mimpi ini,” tambahnya.
Kembali bawa Italia ke puncak
Antonelli menjalani musim debut yang beragam pada tahun 2025, meraih pole position di Miami Sprint dan podium Grand Prix di Kanada dan Brasil, tetapi ia juga mengalami penurunan performa di pertengahan musim yang membuatnya berada di bawah tekanan.
Namun, musim 2026-nya dimulai dengan kuat, termasuk finis sebagai runner-up di balapan pembuka musim di Australia sebelum meraih kemenangan di China. Di Sirkuit Internasional Shanghai, Kimi memimpin hampir dari awal hingga akhir, dengan satu-satunya kesalahannya adalah pengereman mendadak di tikungan tajam Turn 14 pada tahap akhir.
Dalam prosesnya, Antonelli menjadi orang Italia pertama yang memenangkan Grand Prix dalam lebih dari 20 tahun setelah kemenangan Giancarlo Fisichella di Grand Prix Malaysia 2006.
“Saya sangat senang,” tambah Antonelli. “Saya mengatakan kemarin bahwa saya benar-benar ingin membawa Italia kembali ke puncak dan kami berhasil melakukannya hari ini, meskipun saya sedikit mengalami ‘serangan jantung’ menjelang akhir karena ban kempes. Itu adalah balapan yang bagus,” tuturnya.
Antonelli hanya kehilangan posisi terdepan sebentar di lap pertama setelah mencoba menutup jalur rekan setimnya di Mercedes, George Russell, dari sisi dalam, tetapi membiarkan Ferrari milik Lewis Hamilton dari posisi ketiga menyalip ke posisi pertama, sebelum pembalap Mercedes itu kembali unggul di Lap 2.
“Ini bukan awal yang mudah,” kata Antonelli. “Mungkin saya terlalu banyak menutup jalur dari sisi dalam dan memberi terlalu banyak ruang kepada Ferrari. Pada akhirnya kecepatannya bagus dan kami berhasil menyelesaikan balapan,” tutupnya. (P-ht)