Penyerang Como 1907 Alvaro Morata tertunduk lesu saat diusir wasit keluar lapangan Stadion Giuseppe Sinigaglia akibat menerima kartu merah dalam laga panas Liga Italia melawan Fiorentina yang berakhir dengan kekalahan tragis tuan rumah skor 1-2 di Kota Como, Italia, Sabtu (14/2/26) waktu setempat. (Courtesy of Getty Images)PRIORITAS, 15/2/26 (Como): Como 1907 menelan kekalahan tipis 1-2 saat menjamu Fiorentina di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada laga lanjutan Liga Italia, Sabtu (14/2/26) waktu setempat.
Pertandingan ini berlangsung dengan tensi tinggi hingga diwarnai pengusiran penyerang andalan tuan rumah, Alvaro Morata, oleh wasit.
Kekalahan tersebut membuat anak asuh Cesc Fabregas tertahan di peringkat keenam klasemen dengan koleksi 41 poin atau terpaut lima angka dari AS Roma.
Fiorentina tampil efektif dan berhasil mencuri dua gol lewat aksi individu Nicolo Fagioli serta eksekusi penalti Moise Kean. Tuan rumah hanya sanggup memperkecil kedudukan melalui gol bunuh diri Fabiano Parisi pada babak kedua.
Tambahan tiga angka ini menjadi sangat krusial bagi La Viola karena berhasil membawa mereka keluar dari zona degradasi untuk menempati urutan ke-17 klasemen sementara.
Dominasi Nico Paz dan kolega sejak awal laga gagal membuahkan hasil maksimal akibat ketangguhan David de Gea di bawah mistar gawang tim tamu.
Petaka bagi Como bermula dari kesalahan lini belakang yang berhasil dimanfaatkan Fagioli untuk mencetak gol pembuka di menit ke-26.
Kondisi semakin memburuk bagi tuan rumah setelah pelanggaran Maximo Perrone di kotak terlarang membuahkan penalti bagi Fiorentina pada menit ke-54.
Ketegangan mencapai puncaknya di penghujung laga saat Alvaro Morata menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat setelah terlibat friksi dengan pemain lawan.
Keputusan wasit yang tak memberikan penalti atas klaim handball Mandragora memicu keributan di pinggir lapangan hingga staf pelatih turut diusir.
Fiorentina tetap disiplin menjaga pertahanan hingga peluit panjang berbunyi meski terus digempur habis-habisan oleh lini serang Como.
Dalam laga ini, Cesc Fabregas menurunkan komposisi utama dengan Jean Butez di bawah mistar, dikawal kuartet Mergim Vojvoda, Jacobo Ramon, Marc-Oliver Kempf, dan Alex Valle.
Lini tengah diisi Lucas Da Cunha dan Maximo Perrone, sementara Nicolas Kuhn, Nico Paz, serta Martin Baturina menyokong penyerang tunggal Anastasios Douvikas yang kemudian digantikan Alvaro Morata.
Pemain pengganti seperti Maxence Caqueret, Alberto Moreno, Jesus Rodriguez, dan Jayden Addai juga sempat diterjunkan untuk mengubah keadaan.
Sementara itu, Fiorentina asuhan Paolo Vanoli mengandalkan David de Gea sebagai palang pintu terakhir di belakang barisan pertahanan Dodo, Marin Pongracic, Luca Ranieri, dan Fabiano Parisi.
Sektor tengah dihuni Marco Brescianini, Nicolo Fagioli, serta Rolando Mandragora yang bertugas mengalirkan bola ke lini depan.
Trisula Jack Harrison, Moise Kean, dan Manor Solomon menjadi tumpuan serangan Viola, dengan tambahan tenaga dari Cher Ndour serta Roberto Piccoli di menit-menit akhir pertandingan. (P-Khalied M)