Kecelakaan pesawat Air Canada diduga akibat truk damkar melintas di landas pacu

Jeffry Wuisan
Senin, 23 Maret 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 23/3/26 (New York):  Kecelakaan tragis yang menimpa pesawat penumpang Air Canada Express dengan 72 penumpang, diduga akibat ada truk pemadam kebakaran (damkar) tiba-tiba melintas di landasan pacu.

Kecelakaan itu terjadi malam hari saat Air Canada hendak mendarat di Bandara La Guardia, New York.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Fox News, hari Senin (23/3/26), dugaan awal kemungkinan dua kru di dalam truk damkar abai atau tidak mendengar dan mengindahkan perintah berhenti dari menara kontrol bandara.

Hal itu terungkap dari rekaman audio Air Traffic Control (ATC) yang mengungkap momen-momen sebelum penerbangan Air Canada bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran pada hari Minggu, 22 Maret 2026 waktu setempat.

Rekaman audio dari pengontrol lalu lintas udara yang panik telah dirilis, mengungkap momen kecelakaan yang menewaskan dua pilot pesawat dan melukai setidaknya 42 orang penumpang itu.

Mobil pemadam kebakaran itu memasuki area landasan pacu,  karena ternyata sedang menanggapi insiden terpisah di dalam penerbangan United Airlines, yang pilotnya melaporkan “masalah bau”.

“Saya salah,” terdengar suara dari klip audio lain yang dirilis dari menara pengontrol lalu lintas udara.

Beberapa saat sebelum kecelakaan, seorang petugas pengontrol lalu lintas udara terdengar dalam transmisi radio,  membahas permintaan kendaraan darurat (damkar) melintasi sebagian landasan pacu, namun kemudian tiba-tiba mencoba menghentikannya.

“Berhenti, Truk 1. Berhenti,” kata transmisi itu. Truk 1, berhenti, berhenti, berhenti,” terdengar suara seorang petugas pengendali lalu lintas.

Truk Damkar itu akhirnya ditabrak pesawat Air Canada yang turun dan masih dalam kecepatan tinggi.

Kemudian terdengar bunyi bip saat petugas pengendali lalu lintas udara mengumumkan kendaraan Damkar yang sedang dalam perjalanan dan dengan panik mengalihkan pesawat lain yang akan mendarat.

Bagian depan (cockpit) pesawat Air Canada Express hancur akibat bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran saat mendarat di bandara LaGuardia, New York , Minggu malam.(x.seanduffy)

 

Dua tewas

Akibat tabrakan dahsyat itu, bagian depan pesawat Air Canada hancur berantakan. Ini yang menyebabkan Pilot dan kopilot tewas, sementara 39 penumpang dan awak pesawat dibawa ke rumah sakit setempat.

Beberapa di antaranya mengalami luka serius. Sebagian besar telah dipulangkan dari perawatan, kata pihak berwenang pada hari Senin.

“Pesawat Air Canada Express Penerbangan 8646 menabrak kendaraan Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Pesawat setelah mendarat di Landasan Pacu 4 di Bandara LaGuardia di New York,” tulis Administrasi Penerbangan Federal dalam sebuah pernyataan pada Senin pagi.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 23.45 waktu setempat pada hari Minggu, 22 Maret. Pesawat CRJ-900 tersebut sedang dalam perjalanan dari Montreal, Kanada.

FAA dan NTSB akan melakukan investigasi. NTSB bertanggung jawab atas investigasi dan akan memberikan semua informasi terbaru.

Direktur eksekutif Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey, Kathryn Garcia, mengatakan dua orang kru otoritas bandara yang berada di dalam mobil truk pemadam kebakaran juga mengalami cedera, namun diyakini tidak mengancam jiwa.

Pilot dan kopilot sama-sama berbasis di Kanada , kata Garcia dalam konferensi pers.

 

Bersertifikat

Unit Pemadam Kebakaran Penyelamat Pesawat (ARFF) dikelola dan dioperasikan petugas kepolisian otoritas bandar udara (PAPD).

Setiap petugas kepolisian Otoritas Pelabuhan yang ditugaskan ke ARFF adalah petugas pemadam kebakaran penyelamat pesawat bersertifikat Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dan harus melakukan sertifikasi dua kali setahun, dua kali lipat dari persyaratan FAA.

“Mereka harus mendapatkan izin dari menara pengontrol untuk bergerak di landasan pacu dan jalur taksi kami,” kata Garcia dalam konferensi pers pagi hari.

Rekaman audio pengontrol lalu lintas udara tampaknya telah memberikan izin kepada truk damkar untuk melintasi landasan pacu, sebelum kemudian dengan tergesa-gesa mencabut izin tersebut.

Terdapat 72 penumpang dan empat awak kabin di dalam pesawat tersebut, sebuah penerbangan Jazz Aviation yang beroperasi atas nama Air Canada, menurut pernyataan dari maskapai tersebut.

Penerbangan tersebut berasal dari Bandara Internasional Montréal-Pierre Elliott Trudeau, bandara utama yang melayani Montreal.

Foto dan video dari lokasi kejadian menunjukkan kerusakan parah di bagian depan pesawat, dengan kabel dan puing-puing bergelantungan dari kokpit yang hancur.

Di dekatnya, sebuah truk damkar yang rusak juga terbalik akibat bertabrakan dengan pesawat Air Canada tersebut. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025