Amerika Serikat ternyata tetap persiapkan serangan terbaru ke Iran

Jeffry Wuisan
Jumat, 16 Januari 2026
INTERNASIONAL 0 1576
4 menit membaca

PRIORITAS, 16/1/26 (Washington): Amerika Serikat ternyata tetap mempersiapkan serangan terbaru ke Iran, meskipun Presiden Donald Trump sempat menghentikan opsi militer tersebut hari Kamis kemarin.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari sejumlah media, hari Jumat (16/1/2026), secara diam-diam penumpukkan berbagai peralatan tempur AS di sejumlah pangkalan penting di Timur Tengah terus berdatangan.

Surat kabar New York Times melaporkan kapal induk bertenaga nuklir, USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perang pengawalnya,  sedang berlayar menuju Timur Tengah dari Laut Cina Selatan.

Menurut dua pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah operasional, selain itu, sejumlah pesawat tempur, yang kemungkinan akan mencakup kombinasi jet tempur, pesawat serang, dan pesawat pengisian bahan bakar, akan segera mulai berdatangan ke wilayah tersebut. ”Banyak di antaranya dari Eropa”, kata para pejabat.

Media Arab Saudi, Asharq Al Awsat melaporkan, beberapa pesawat tempur dan pendukung operasi militer AS ini,  dijadwalkan untuk menggantikan unit-unit di Timur Tengah. Tetapi masa tugasnya dapat diperpanjang tergantung pada tingkat keparahan ketegangan.

 

Pasokan tambahan

Media Axios melaporkan,  ketika Trump menangguhkan serangan ke Iran hari Kamis dan meluangkan waktu untuk mempertimbangkan opsi diplomatik dengan Iran, militer AS justru memasok tambahan peralatan militer ke Timur Tengah, termasuk USS Abraham Lincoln dan kelompok serangannya.

Deretan pesawat dan pasokan tambahan peralatan militer AS terlihat di sebuah pangkalan militer di Timur tengah pekan ini.(@osint)

Selain itu, Fox News mengutip sumber militer AS yang mengatakan setidaknya satu kapal induk AS sedang dipindahkan ke arah Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Ada dua kapal induk yang berangkat dari Norfolk dan San Diego awal pekan ini.

Menurut informasi, Departemen  Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon,  telah memerintahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok serangannya untuk berlayar menuju Asia Barat di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Laporan lain menyebutkan langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran Washington tentang ketidakstabilan di kawasan itu.

Selain itu, pengerahan kekekuatan kapal perang tersebut, bagian  dari kebutuhan untuk memperkuat angkatan laut di wilayah tanggung jawab yang dicakup Komando Pusat AS (Centcom).

 

Israel bersiap

Pengerahan ulang ini terjadi pada saat tidak ada kapal induk AS yang sebelumnya ditempatkan di Asia Barat atau Eropa, setelah kelompok kapal induk Gerald R. Ford dikirim ke Karibia tahun lalu,  sebagai bagian dari kampanye tekanan terhadap Venezuela.

Pejabat militer AS mengatakan perjalanan kapal induk Abraham Lincoln dari Laut Cina Selatan ke dekat Iran,  akan memakan waktu sekitar seminggu.

Keputusan menit terakhir Trump untuk menunda serangan ke Iran sebelumnya,  telah mengungkap ketidakpastian yang mendalam di dalam pemerintahan AS dan di antara sekutunya.

Israel sudah mempersiapkan skadron pesawat tempurnya di sejumlah bandara militer untuk antisipasi serangan terbaru AS ke Iran.(lionofzion_org)

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu,  berbicara dengan Trump pada hari Rabu dan meminta AS menahan serangan ke Iran, untuk memberi Israel lebih banyak waktu untuk mempersiapkan kemungkinan pembalasan Iran.

Selain itu, Israel khawatir rencana AS saat itu hanya mencakup serangan terhadap target pasukan keamanan di Iran, tidak cukup kuat atau efektif untuk mengacaukan rezim Iran secara signifikan.

Pejabat militer AS lainnya mengatakan terlalu dini untuk secara definitif mengatakan Gedung Putih sedang beralih ke mode de-eskalasi.

Justru AS saat ini sedang mengamati situasi sambil mentransfer bala bantuan yang siap menyerang ketika Presiden Trump memberikan lampu hijau.

Ancaman Trump

Sejak protes massal masyarakat dimulai terhadap pemerintah Iran dua minggu lalu, Trump secara terbuka mengancam akan campur tangan di Iran, tanpa memberikan rincian spesifik.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, ia bersumpah akan mengambil tindakan yang sangat tegas jika Iran mengeksekusi para demonstran.

Kerusuhan menuntut pembubaran rezim Iran masih terus terjadi meski jumlah korban di pihak pendemo sudah ribuan orang yang tewas.(thecradle)

Ia juga mendesak warga Iran untuk terus berdemonstrasi dan mengambil alih lembaga-lembaga pemerintah, dengan menyatakan “bantuan sedang dalam perjalanan.”

Protes masyarakat di Iran meletus sejak 28 Desember 2025 lalu, terutama karena kondisi ekonomi yang buruk dan meluasnya rasa tidak puas terhadap kepemimpinan rezim Ayatollah Ali Khamenei.

Khamenei dilaporkan memerintahkan pasukan keamanan Iran meningkatkan kekerasan terhadap para demonstran, sehingga menyebabkan ribuan orang tewas dan belasan ribu lainnya ditangkap.

Beberapa negara telah mendesak warga mereka untuk meninggalkan Iran, termasuk AS, Inggris, India, Italia, Spanyol, Polandia, dan Australia, karena kekhawatiran meningkatnya ketegangan regional yang lebih luas.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025