
Kajari baru kabupaten Kepulauan Talaud, Andi Fitriana, SH, MH disambut secara adat di bandar udara Melonguane Talaud. (Nelson Sangadi)PRIORITAS, 15/08/26 (Melonguane, Talaud): Suasana khidmat menyelimuti Bandar Udara Melonguane, Sabtu (15/8/26). Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kedatangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Talaud yang baru, Andi Fitriana, S.H., M.H.

Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud menyambut momentum tersebut dengan nuansa budaya lokal. Ratum Banua Melonguane memimpin prosesi penyambutan adat bagi pejabat penegak hukum yang baru bertugas di wilayah perbatasan utara Indonesia itu.
Prosesi tersebut bukan sekadar seremoni penyambutan pejabat. Masyarakat Talaud menunjukkan bahwa penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap adat dan kearifan lokal.
Kehadiran Kajari baru juga membuka babak baru dalam koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat. Karena itu, penyambutan adat memiliki makna simbolis bagi penguatan hubungan antarlembaga.

Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah bersama unsur Forkopimda menyambut langsung Andi Fitriana. Mereka menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan bagi penguatan penegakan hukum di daerah.
Bupati menilai kehadiran Kajari baru menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah. Selain itu, kepemimpinan baru di lingkungan Kejaksaan diharapkan membawa energi positif bagi pemerintahan.
“Dengan senang hati kami menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada Ibu Kajari Talaud, Andi Fitriana, S.H., M.H. Selamat bergabung di Forkopimda Talaud,” ujar Welly Titah.
Menurut Welly, kepemimpinan Kajari baru dapat memperkuat integritas penegakan hukum di Bumi Porodisa. Ia juga berharap Kejaksaan terus membangun komunikasi yang erat dengan pemerintah dan masyarakat.
Andi Fitriana menyampaikan apresiasi atas sambutan yang pemerintah dan masyarakat Talaud berikan. Ia menilai prosesi adat tersebut mencerminkan penerimaan masyarakat terhadap tugas barunya.
“Kami berterima kasih atas sambutan luar biasa ini. Kami akan membangun Talaud yang lebih maju dari sebelumnya,” kata Andi Fitriana.
Ia menegaskan Kejaksaan akan menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangannya. Namun, ia juga ingin menghadirkan institusi penegak hukum yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Sebagai aparat penegak hukum, Andi berkomitmen menjalankan tugas secara profesional. Pada saat yang sama, ia ingin Kejaksaan hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Andi juga membuka ruang sinergi yang lebih kuat dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dan Forkopimda. Menurut dia, koordinasi antarlembaga penting untuk menciptakan kepastian hukum.
Kepastian hukum tersebut memiliki kaitan erat dengan iklim investasi dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Kejaksaan siap mendukung terciptanya lingkungan yang aman bagi kegiatan ekonomi.
Sinergi juga akan melibatkan unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Dengan koordinasi yang solid, pemerintah dapat membangun tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Kehadiran Kajari baru pun diharapkan memperkuat komunikasi antarlembaga. Langkah tersebut penting, terutama bagi Talaud yang memiliki karakter sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan.
Prosesi penyambutan oleh Ratum Banua memperlihatkan kuatnya posisi adat dalam kehidupan masyarakat Talaud. Tradisi tersebut sekaligus memberi pesan bahwa penegakan hukum perlu memahami konteks sosial masyarakat.
Ratum Banua merupakan tokoh adat atau tetua kampung dalam struktur masyarakat tradisional Talaud. Ia memiliki peran penting dalam menjaga adat dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
Selain itu, Ratum Banua dapat memberikan restu dalam berbagai kegiatan penting masyarakat. Karena itu, kehadirannya dalam penyambutan pejabat memiliki makna moral dan sosial.
Penyambutan adat terhadap Kajari baru menjadi simbol dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas penegakan hukum. Pada saat yang sama, tradisi tersebut memperkuat hubungan antara lembaga negara dan masyarakat adat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud berharap kolaborasi antarlembaga terus berkembang setelah kedatangan Andi Fitriana. Sinergi tersebut tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga pada pencegahan persoalan hukum.
Kejaksaan, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait memiliki peran masing-masing. Namun, koordinasi yang baik dapat menyatukan langkah untuk menjaga keamanan dan ketertiban daerah.
Bagi Talaud, kepastian hukum juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Lingkungan yang aman dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.
Dengan semangat “Hukum Berbudaya”, penyambutan Kajari baru membawa pesan yang lebih luas. Hukum dan adat diharapkan dapat berjalan bersama demi menjaga harmoni sosial di wilayah perbatasan NKRI.
Kehadiran Andi Fitriana karena itu tidak hanya menandai pergantian pimpinan Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud. Momentum tersebut juga menjadi awal penguatan sinergi hukum, pemerintahan, dan masyarakat. (P-Nelson Sangadi)

