Anggota Legiun Spanyol mengusung patung Kristus dalam prosesi Pekan Suci di Malaga menjelang Paskah 2026. (Courtesy: Getty Images)PRIORITAS, 3/4/26 (Jakarta): Umat Katolik di seluruh dunia memperingati Jumat Agung sebagai bagian penting dalam rangkaian menuju Hari Paskah.
Perayaan ini kerap disandingkan dengan Paskah, meski keduanya memiliki makna berbeda dalam tradisi iman Kristiani.
Jumat Agung menjadi momen mengenang penyaliban Yesus Kristus di Bukit Golgota sebagai simbol pengorbanan bagi umat manusia.
Pada hari ini, umat menjalankan puasa dan merenungkan penderitaan yang dialami sebagai bentuk penghormatan mendalam.
Suasana ibadat Jumat Agung cenderung hening dan penuh refleksi, menggambarkan kesedihan atas peristiwa penyaliban.
Penderitaan menuju kebangkitan
Makna Jumat Agung menekankan pengorbanan dan penderitaan sebagai bagian dari perjalanan iman manusia.
Peristiwa ini mengajarkan kesabaran, kesetiaan, dan ketaatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Penderitaan yang dikenang bukan akhir, melainkan proses menuju harapan dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Sebaliknya, Hari Paskah menjadi simbol kemenangan melalui kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
Perayaan ini membawa suasana sukacita karena melambangkan harapan baru dan kehidupan kekal bagi umat yang percaya.
Tradisi seperti menghias telur Paskah juga mencerminkan makna kehidupan baru dan kebangkitan.
Telur menjadi simbol harapan serta tanda berakhirnya masa penebusan dan puasa dalam tradisi gereja.
Jumat Agung dan Paskah merupakan satu rangkaian dalam Trihari Suci yang mencerminkan perjalanan iman dari penderitaan menuju kebangkitan. (P-Khalied M)