
Foto ilustrasi jet tempur (UX Gun/Unsplash/Courtesy Detik.com)PRIORITAS, 3/8/26 (Tehran): Informasi terkini yang diterima Beritaprioritas.com, menyebutkan, tiga pilot Angkatan Udara Iran hilang dalam operasi penyerangan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar. Iran menyebut Qatar mengaku tidak tahu keberadaan tiga pilot tersebut.

“Upaya tindak lanjut kami terus berjalan, tetapi pihak Qatar sejauh ini mengklaim tidak memiliki informasi dan belum memperjelas status tiga pilot kami yang berharga,” ungkap Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, dilansir kantor berita Iran, Mehr News, Minggu (2/8/26) waktu setempat.
Karena itu, Akraminia meminta Qatar untuk mencari tahu keberadaan pilot tersebut.
Ketika berbicara mengenai Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, ia menyampaikan, pangkalan itu merupakan fasilitas militer utama AS yang digunakan untuk penempatan helikopter dan operasi lainnya.

“Kami meminta Angkatan Bersenjata dan pemerintah Qatar untuk bertindak dengan tanggung jawab yang lebih besar serta, dalam kerangka komitmen mereka di bawah konvensi internasional dan hukum humaniter internasional, melakukan upaya yang lebih serius untuk memperjelas status tiga pilot Angkatan Udara Republik Islam Iran yang tersisa,” jelasnya lagi.
Iran konfirmasi jenderalnya tewas
Adapun pernyataan ini disampaikan setelah Angkatan Darat Iran mengumumkan, pengujian DNA telah mengonfirmasi tewasnya Brigadir Jenderal Majid Kazemi, salah satu pilot Su-24 yang berpartisipasi dalam serangan tanggal 2 Maret di Pangkalan Udara Al Udeid yang dioperasikan AS di Qatar.
Kini, demikian dilansir Detik.com, jenazah pilot yang gugur tersebut telah kembali ke Iran minggu lalu setelah berbulan-bulan berada di luar negeri, sementara upaya untuk menentukan nasib tiga anggota awak yang tersisa dari dua pesawat pembom Su-24 masih dilakukan terus. (P-*/jr)

