Investasi tambang transparan, Tridaya Group diproyeksikan dongkrak PAD Karimun 2026

Johanes Christiaan
Rabu, 21 Januari 2026
DAERAH EKBIS 0 464
2 menit membaca

PRIORITAS, 21/1/2026 (Karimun): Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Karimun menjadi sorotan setelah Tridaya Group memaparkan komitmen transparansi tambang yang berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp24 miliar pada 2026.


Informasi yang diperoleh dari DPRD Karimun, Selasa (21/1/2026) menyebut, RDP yang dipimpin Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza bersama Wakil Ketua II Ady Hermawan itu membahas kesiapan PT Tridaya Setya Lestari Sejahtera terkait rencana penambangan pasir darat di Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat.

Wakil Ketua II DPRD Karimun, Ady Hermawan, mengapresiasi keterbukaan Tridaya Group. Ia menilai transparansi dan kepatuhan retribusi daerah menjadi kunci peningkatan PAD dan layak dijadikan contoh bagi investor tambang lain.

Meski mendukung investasi, DPRD menegaskan pelestarian lingkungan pascatambang adalah keharusan. Ketua DPRD Raja Rafiza meminta perusahaan menghindari konflik sosial serta memastikan seluruh komitmen AMDAL dijalankan konsisten di lapangan.


Kepala Badan Pendapatan Daerah Karimun, Kamarulazi, menyebut saat ini PAD dari tambang pasir darat masih sekitar Rp6 miliar. Kehadiran Tridaya Group diyakini akan meningkatkan signifikan pendapatan daerah pada 2026.

Sementara itu, Kabid ESDM Disdagkop UKM dan ESDM Karimun, Vandarones Purba, menegaskan pengawasan tetap dilakukan meski kewenangan regulasi berada di tingkat provinsi.

Komisaris Tridaya Group, Edy SP, menyatakan optimisme. Jika operasional dimulai Maret 2026, setoran PAD diproyeksikan mencapai Rp24 miliar, disertai komitmen CSR dan program pascatambang berkelanjutan.

RDP tersebut menegaskan harapan DPRD agar Tridaya Group menjadi role model tambang yang transparan, berkontribusi nyata pada PAD, dan berwawasan lingkungan di Karimun. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan