IHSG ditutup merosot 4,57 persen pada perdagangan hari ini

Zamir Ambia
Rabu, 4 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 4/3/26 (Jakarta): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir anjlok pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Indeks turun 362,7 poin atau 4,57 persen sehingga ditutup di posisi 7.577.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp29,6 triliun. Pergerakan saham menunjukkan 61 saham menguat, 767 saham terkoreksi, dan 130 saham tidak berubah. Sementara itu, volume perdagangan mencapai 49,8 miliar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 3,2 juta kali.

Pada penutupan perdagangan, seluruh sektor saham berada di wilayah negatif. Penurunan paling dalam terjadi pada sektor barang baku yang terpangkas hingga 7,42 persen.

Penurunan turut dialami sektor transportasi sebesar 7,23 persen, diikuti sektor barang konsumen primer 6,69 persen. Sektor perindustrian melemah 5,38 persen, sektor infrastruktur turun 4,84 persen, serta sektor energi terkoreksi 4,64 persen.

Selain itu, sektor teknologi merosot 4,26 persen, sektor barang konsumen nonprimer turun 4,13 persen, sektor properti melemah 3,87 persen, sektor keuangan turun 3,18 persen, dan sektor kesehatan terkoreksi 2,79 persen.

Dari faktor eksternal, Pilarmas Investindo Sekuritas menyampaikan bahwa bursa Asia masih bergerak di wilayah negatif sejalan dengan pelemahan yang terjadi di Wall Street dan pasar saham Eropa. Pelaku pasar juga memantau peningkatan ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) bersama Israel melancarkan serangan ke Iran.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan komitmennya untuk mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan krisis energi yang dapat muncul akibat konflik antara AS dan Iran.

Pilarmas menilai ketidakpastian terkait meredanya ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kenaikan harga minyak dunia dikhawatirkan dapat menambah tekanan terhadap keuangan negara.

“Pasar khawatir defisit anggaran dapat melebar hingga melampaui tiga persen,” ucap Pilarmas dalam risetnya.

Utang Indonesia menjadi negatif

Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings turut mengubah prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Kendati demikian, peringkat kredit jangka panjang dalam mata uang asing atau Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating tetap dipertahankan pada level BBB.

Sebanyak lima saham mencatatkan penguatan paling besar dalam satu hari perdagangan. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) melesat 25 persen ke level Rp3.250, sementara PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik 24,59 persen menjadi Rp1.140.

Berikutnya, PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) menguat 11,91 persen ke Rp2.630. PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) turut naik 9,94 persen ke Rp376, sedangkan PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) meningkat 9,86 persen menjadi Rp1.560.

Di sisi lain, sejumlah saham mencatat pelemahan signifikan. PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) turun 15 persen ke Rp68, sementara PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) merosot 14,94 persen ke Rp148.

Selanjutnya, PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) melemah 14,91 persen menjadi Rp97. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) juga turun 14,91 persen ke Rp1.370, sedangkan PT Natura City Developments Tbk (CITY) terkoreksi 14,87 persen menjadi Rp166, demikian informasi yang diterima dari Beritasatu.com. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025