Polisi Australia sibuk karena makin banyak penumpang pesawat mabuk

Jeffry Wuisan
Kamis, 17 April 2025
3 menit membaca

PRIORITAS, 17/4/25 (Darwin): Australian Federal Police (AFP) atau Kepolisian Federal Australia dalam setahun terakhir ini, semakin sibuk dengan harus meningkatkan kehadirannya di Bandara Darwin, Northern Territory, setelah meningkatnya jumlah penumpang mabuk yang naik ke pesawat.


“Pihak berwenang mengatakan telah terjadi peningkatan jumlah penumpang mabuk, yang menjengkelkan dan kasar di Bandara Darwin dalam setahun terakhir”, lapor ABC News seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Kamis (17/4/25).

Dalam 12 bulan terakhir, petugas Kepolisian Federal Australia telah telah menolak 30 penumpang mabuk di pintu gerbang. Kru pesawat juga telah meminta polisi mengeluarkan enam penumpang lainnya dari pesawat, karena mereka terlalu mabuk.

Menjelang peringatan Paskah pada pekan ketiga di bulan April ini, polisi Australia makin meningkatkan kehadiran mereka di dekat pintu keberangkatan bandara dan bar berlisensi, tempat para penumpang singgah sebelum naik ke pesawat.


Kepolisian Federal Australia juga memperingatkan para pelancong di Darwin, agar berperilaku baik setelah adanya peningkatan jumlah penumpang yang terlalu mabuk untuk terbang ke dan dari bandara kota tersebut.

Jumlah meningkat

Baik pihak Bandara Internasional Darwin maupun AFP, telah mencatat peningkatan terkini dalam jumlah penumpang mabuk yang dikategorikan menjengkelkan dan kasar di fasilitas tersebut.

Manajer umum eksekutif Airport Development Group, Rob Porter,  yang mengoperasikan Bandara Darwin, mengatakan pihaknya mengantisipasi liburan Paskah dan musim puncak pariwisata, karena dapat menyebabkan angka penumpang mabuk meningkat.

“Ada beberapa perilaku agresif yang tidak dapat diterima di bandara, dan demi keselamatan semua orang yang terbang, kami ingin hal itu segera berakhir,” katanya.

Menurutnya pihak bandara sangat senang dan melayani dengan baik, setiap penumpang yang mengunakan fasilitas bandara, tetapi tidak melanggar aturan etika. “Kami ingin Anda datang dan menikmati liburan yang menyenangkan, tetapi kami tidak menginginkan perilaku yang menjengkelkan dan kasar”, ujarnya.

Penerbangan malam

Kepala Kepolisian Federal Australia, Greg Davis, mengatakan penerbangan larut malam di Bandara Darwin tampaknya berkontribusi terhadap peningkatan perilaku mabuk.

Ia menilai warga Northern Territory sebenarnya terkenal dengan sikap baik, namun mungkin akibat minum alkohol yang berlebihan, perilaku sejumlah orang menjadi kurang etis.

Ia mengatakan minum alkohol di bandara telah menjadi masalah khusus di Darwin, karena banyak penerbangan dilakukan pada malam hari. Banyak wisatawan langsung menuju bandara setelah minum di pub dan klub di kota Darwin.

“Hasil pengamatan kami, terutama untuk penerbangan tengah malam, orang-orang sudah keluar — mungkin mereka sedang merayakan atau berpamitan dengan keluarga — lalu mereka datang ke bandara,” katanya.

“Mereka tampak baik-baik saja saat tiba — dan hanya butuh satu atau dua minuman tambahan yang dapat membuat mereka mabuk, ” paparnya.

Bisa kena denda

Staf maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk mencegah penumpang menaiki pesawat, jika mereka terlalu mabuk dan tidak tertib.

“Tidak ada seorang pun yang ingin diancam atau dimaki, saat mereka hanya melakukan pekerjaannya,” kata Greg Davis.

Menurut Inspektur Davis, saat seseorang berada di dalam pesawat dan melanggar arahan awak kabin, itu merupakan pelanggaran hukum. Penolakan untuk mematuhi dapat mengakibatkan denda dan tuntutan hukum.

Dalam banyak kasus, penumpang yang mengganggu merusak ketentraman orang lain. Dalam kasus terburuk, mereka dapat mengancam atau melakukan kekerasan terhadap staf atau kru penerbangan. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan