Bencana yang melanda Provinsi Aceh beberapa waktu lalu.(Dok/okezone.com)PRIORITAS, 31/12/25 (Jakarta): Terkait adanya bantuan genset oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), warga Dusun Sejahtera di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, mengaku tidak mengetahui dan belum menerima bantuan tersebut.
“Belum ada bantuan genset yang masuk, kami pun juga tidak tahu kalau ada bantuan genset dari Kementerian ESDM,” ujar warga Dusun Sejahtera, Jamaluddin saat dihubungi Selasa (30/12/25) sebagaimana dilansir dari Kompas.com.
Bahkan Jamaluddin memastikan, warga Dusun Sejahtera sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun mengenai adanya bantuan genset tersebut. Warga berharap dusun mereka bisa ikut kebagian dari bantuan Kementerian ESDM tersebut.
“Kalau pun sudah ada masuk ke posko desa pasti dikabarkan ke kami. Karena kalau di sana (posko) tidak mungkin mereka pakai, karena di sana lampunya nyala, di sini belum,” katarnya.
Adapun warga Dusun Sejahtera sudah sangat lama dalam kondisi gelap tanpa adanya penerangan. Saat ini mereka tidak menginginkan apapun selain listrik bisa menyala secepatnya.
“Kalau kami memang belum nyala, tiang listriknya pun belum ada tanda-tanda perbaikan. Misalkan ada relawan yang mau ke arah Bener Meriah atau Takengon, tolong suruh mampir ke dusun kami ya Bang,” katanya. “Kami butuh bantuan genset Bang. Kami di sini jika hujan turun lebat selalu dihantui rasa was-was penuh kekhawatiran,” tambahnya.
Sebelumnya pemerintah mengirimkan 1.000 genset ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat. Pengiriman 1.000 genset itu merupakan bagian dari upaya pemulihan listrik di daerah terdampak banjir dan longsong oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melepas pengiriman bantuan kemanusiaan berupa 1.000 unit generator set (genset) serta 3.000 unit kompor gas bagi warga terdampak bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatera pada Sabtu (27/12/25) lalu.
Menteri Bahlil menyebut, bantuan genset dikirim menggunakan 5 pesawat Hercules Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), sementara bantuan kompor gas beserta kelengkapannya diberangkatkan melalui pesawat kargo. (P-*r/am)