HUT ke-15 GRIB Jaya, Bamsoet: Ormas Harus Jadi Garda Penguat Ketahanan Nasional di Tengah Tekanan Global

Sem Muhaling
Senin, 11 Mei 2026
4 menit membaca

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menegaskan organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah meningkatnya tekanan global yang kini dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia.


Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat menghadiri perayaan HUT ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus dan kader GRIB Jaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bamsoet mengatakan kondisi dunia saat ini semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik antarnegara, perang dagang, ancaman siber, hingga polarisasi sosial disebut menjadi tantangan nyata yang ikut berdampak terhadap stabilitas nasional.

Ormas haru jadi kekuatan moral

Menurutnya, Indonesia membutuhkan soliditas nasional yang kuat agar stabilitas politik, ekonomi, dan sosial tetap terjaga di tengah situasi global yang terus berubah.


“Ormas harus menjadi kekuatan moral dan sosial yang memperkuat ketahanan nasional. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, bangsa Indonesia membutuhkan soliditas seluruh elemen masyarakat agar tetap kuat dan mampu menjaga stabilitas nasional,” ujar Bamsoet.

Ancaman Modern Tidak Lagi Bersifat Konvensional

Ketua DPR RI ke-20 itu menjelaskan, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak lagi bersifat konvensional seperti ancaman fisik semata. Ancaman modern, kata dia, kini hadir melalui perang informasi, penyebaran hoaks, serangan siber, manipulasi opini publik, hingga infiltrasi ideologi transnasional yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Bamsoet menilai perkembangan media sosial dan teknologi informasi di satu sisi membawa manfaat besar, namun di sisi lain juga membuka ruang terjadinya konflik sosial apabila tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai.

Ia mencontohkan bagaimana berbagai hoaks yang muncul pada momentum politik sering kali memicu ketegangan dan perpecahan di tengah masyarakat. Karena itu, menurutnya, peran ormas sangat penting dalam menjaga ruang publik tetap sehat dan kondusif.

“Ormas termasuk GRIB Jaya harus hadir di tengah masyarakat sebagai penyejuk. Jangan membiarkan ruang publik dipenuhi provokasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang bisa merusak persatuan bangsa. Kita membutuhkan ormas yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi, gotong royong, dan menjaga NKRI,” kata Bamsoet.

Baca juga: Stop kapal asing ambil ikan, Prabowo siapkan 1.582 kapal buat nelayan, bangun 12 ribu KNMP

Ketahanan Nasional butuh partisipasi Ormas

Bamsoet menegaskan ketahanan nasional tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah ataupun aparat keamanan semata. Menurutnya, diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, mulai dari organisasi masyarakat, tokoh agama, komunitas pemuda, akademisi, hingga dunia usaha.

Ia menyebut ormas memiliki jaringan sosial yang sangat kuat hingga ke tingkat akar rumput sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam menghadapi tekanan global yang semakin dinamis.

Menurut Bamsoet, stabilitas keamanan memiliki hubungan langsung dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika kondisi keamanan terganggu, maka dunia usaha akan terdampak, investasi menurun, dan penciptaan lapangan kerja ikut melambat.

Karena itu, ia mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat seluruh aspek ketahanan nasional, termasuk keamanan siber, ketahanan energi, dan keamanan maritim.

“Ketahanan nasional tidak bisa dibangun oleh pemerintah sendiri. Semua elemen bangsa harus bergerak bersama. Ormas memiliki jaringan sosial yang kuat hingga ke akar rumput, sehingga perannya sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat solidaritas kebangsaan,” jelasnya.

Keberagaman Indonesia Harus Menjadi Kekuatan

Dalam kesempatan tersebut, Bamsoet juga mengingatkan pentingnya menjaga kebhinekaan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sosial dan budaya yang sangat besar dengan lebih dari 1.300 kelompok etnis, ratusan bahasa daerah, serta beragam agama dan budaya yang hidup berdampingan.

Keberagaman tersebut, kata dia, akan menjadi kekuatan besar apabila dirawat dengan semangat toleransi, persaudaraan, dan gotong royong.

Sebaliknya, perbedaan dapat berubah menjadi ancaman apabila dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memecah belah masyarakat demi kepentingan politik sempit.

Karena itu, Bamsoet meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas, tetap menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Bangsa ini dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan nasional. Jangan memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa dengan isu suku, agama, ras, maupun kepentingan politik sempit,” pungkas Bamsoet.(P-*r/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan