
Telur ayam dijual di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat. (Courtesy Beritasatu.com/Dayat)PRIORITAS, 12/8/26 (Jakarta): Sejumlah langkah pemerintah digencarkan untuk mengatasi persoalan harga telur dan daging ayam yang masih rendah di tingkat peternak, sementara harga di tingkat konsumen relatif tinggi. Demikian Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, salah satu upaya pemerintah membantu peternak ialah memperpanjang program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) pakan hingga Desember 2026. Dengan kebijakan tersebut, peternak diharapkan dapat memperoleh pakan dengan harga yang lebih terjangkau lagi.

Di samping itu, pemerintah mengandalkan penyerapan telur dan daging ayam melalui program makan bergizi gratis (MBG).
Budi menilai , program tersebut dapat membantu meningkatkan penyerapan produk peternak.
“Kemudian penyerapan di SPHP ya, jadi SPHP ini sangat membantu atau MBG sangat membantu untuk penyerapan produk-produk telur dan daging (ayam),” ungkap Budi di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/8/26) ini.

Menghubungkan wilayah surplus dengan daerah kekurangan
Selain itu juga, menurut Budi, Kementerian Perdagangan juga telah melakukan penjajakan bisnis atau business matching antardaerah sebagai upaya menghubungkan wilayah yang mengalami surplus produksi dengan daerah yang kekurangan pasokan.
Langkah tersebut terutama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Indonesia bagian timur. “Dari beberapa hari yang lalu kita sudah melakukan business matching antarwilayah. Jadi kita ingin menyuplai dari yang daerah surplus ini ke daerah yang kurang ya, artinya kurang pasokannya, terutama di wilayah timur,” katanya lagi.
Ia menyebutkan pertemuan antarpelaku usaha dari sejumlah daerah telah dilakukan beberapa kali melalui pertemuan daring.
Karena itu, pemerintah berharap distribusi telur dan daging ayam dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan dapat segera direalisasikan.
“Kemarin sudah berapa kali zoom meeting, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dikirim,” jelasnya, dikutip media.
Data harga
Sesuai harga rata-rata nasional, harga telur saat ini berada di kisaran Rp26.000 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
Sedangkan harga ayam, demikian lansiran Beritasatu.com, berada di kisaran Rp 36.000 per kilogram dengan harga acuan Rp 40.000 per kilogram. (P-*/se)

