Bunyikan alarm bahaya Gunung Karangetang, BNPB minta warga Sitaro tinggalkan zona rawan
PRIORITAS, 13/7/26 (Sitaro}): Ancaman erupsi Gunung Karangetang belum berakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh warga dan wisatawan menjauhi kawasan rawan. Lava pijar masih mengalir. Ancaman awan panas dan banjir lahar juga terus mengintai.
BNPB menegaskan keselamatan warga harus menjadi prioritas. Masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Jangan langgar zona bahaya
BNPB melarang seluruh aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Selatan.
Larangan juga berlaku pada sektor barat daya dan selatan hingga 2,5 kilometer dari Kawah Selatan. Kawasan itu berpotensi terkena lontaran material pijar, guguran lava, hingga awan panas.
BNPB meminta warga tidak mengambil risiko hanya untuk melihat aktivitas gunung dari jarak dekat.
Lava pijar terus mengalir
Gunung Karangetang meletus pada Minggu (12/7) malam sekitar pukul 19.14 WITA.
Letusan memunculkan kolom abu setinggi sekitar 100 meter. Aktivitas itu kemudian diikuti aliran lava pijar.
Lava mengalir sekitar satu kilometer ke arah utara dan selatan dari Kawah Utara. Aliran lain bergerak sekitar 400 meter ke arah barat daya.
Material panas sempat membakar vegetasi di sekitar puncak. Petugas berhasil mengendalikan kobaran api sebelum meluas.
Awan panas bisa terjadi tanpa peringatan
BNPB mengingatkan masih terdapat tumpukan lava yang belum stabil di puncak gunung.
Material itu dapat runtuh sewaktu-waktu. Kondisi tersebut berpotensi memicu guguran lava dan awan panas yang meluncur mengikuti lembah.
Karena itu, warga diminta tidak beraktivitas di daerah aliran sungai maupun lereng yang mengarah ke gunung.
Musim hujan tingkatkan ancaman lahar
BNPB juga meminta warga di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Karangetang meningkatkan kewaspadaan.
Hujan dapat menyeret material vulkanik menjadi banjir lahar. Aliran itu mampu membawa batu, pasir, dan lumpur hingga ke permukiman di bagian hilir.
Aktivitas vulkanik gunung Karangetang terus naik
PVMBG mencatat aktivitas Gunung Karangetang meningkat sejak awal Juli 2026.
Petugas merekam peningkatan gempa vulkanik, gempa guguran, gempa hembusan, tremor, dan gempa tektonik. Data tersebut menunjukkan aktivitas magma masih tinggi.
BNPB meminta masyarakat tetap tenang, tetapi tidak lengah. Warga juga diminta hanya mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah agar tidak terpengaruh kabar bohong. Demikian Antara melaporkan. (P-sm)








