Lompat ke konten
Senin, 19 Oktober 2026
Breaking
DAERAHBencana

Gunung Karangetang makin genting! BNPB ingatkan ancaman awan panas dan lahar

Semuel Muhaling2 menit baca
Bagikan
status gunung karangetang
Petugas menunjukkan data seismografi pergerakan gempa Gunung Karangetang. (Antara/Yegar Sahaduta Mangiri/aww.)

Bunyikan alarm bahaya Gunung Karangetang, BNPB minta warga Sitaro tinggalkan zona rawan

PRIORITAS, 13/7/26 (Sitaro}): Ancaman erupsi Gunung Karangetang belum berakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh warga dan wisatawan menjauhi kawasan rawan. Lava pijar masih mengalir. Ancaman awan panas dan banjir lahar juga terus mengintai.

BNPB menegaskan keselamatan warga harus menjadi prioritas. Masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Gunung Karangetang erupsi
Gunung Karangetang erupsi lagi dan mengeluarkan lava pijar.(FB/Bob Nover Janis)
Jangan langgar zona bahaya

BNPB melarang seluruh aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Selatan.

Larangan juga berlaku pada sektor barat daya dan selatan hingga 2,5 kilometer dari Kawah Selatan. Kawasan itu berpotensi terkena lontaran material pijar, guguran lava, hingga awan panas.

BNPB meminta warga tidak mengambil risiko hanya untuk melihat aktivitas gunung dari jarak dekat.

Lava pijar terus mengalir

Gunung Karangetang meletus pada Minggu (12/7) malam sekitar pukul 19.14 WITA.

Letusan memunculkan kolom abu setinggi sekitar 100 meter. Aktivitas itu kemudian diikuti aliran lava pijar.

Lava mengalir sekitar satu kilometer ke arah utara dan selatan dari Kawah Utara. Aliran lain bergerak sekitar 400 meter ke arah barat daya.

Material panas sempat membakar vegetasi di sekitar puncak. Petugas berhasil mengendalikan kobaran api sebelum meluas.

Awan panas bisa terjadi tanpa peringatan

BNPB mengingatkan masih terdapat tumpukan lava yang belum stabil di puncak gunung.

Material itu dapat runtuh sewaktu-waktu. Kondisi tersebut berpotensi memicu guguran lava dan awan panas yang meluncur mengikuti lembah.

Karena itu, warga diminta tidak beraktivitas di daerah aliran sungai maupun lereng yang mengarah ke gunung.

Musim hujan tingkatkan ancaman lahar

BNPB juga meminta warga di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Karangetang meningkatkan kewaspadaan.

Hujan dapat menyeret material vulkanik menjadi banjir lahar. Aliran itu mampu membawa batu, pasir, dan lumpur hingga ke permukiman di bagian hilir.

Aktivitas vulkanik gunung Karangetang terus naik

PVMBG mencatat aktivitas Gunung Karangetang meningkat sejak awal Juli 2026.

Petugas merekam peningkatan gempa vulkanik, gempa guguran, gempa hembusan, tremor, dan gempa tektonik. Data tersebut menunjukkan aktivitas magma masih tinggi.

BNPB meminta masyarakat tetap tenang, tetapi tidak lengah. Warga juga diminta hanya mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah agar tidak terpengaruh kabar bohong. Demikian Antara melaporkan. (P-sm)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami