Gen Z jadi penopang utama, tingkat kepuasan terhadap Prabowo capai hampir 80 persen

Johanes Christiaan
Selasa, 10 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/2/2026 (Jakarta): Survei nasional Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berada pada angka 79,9 persen. Hasil ini dirilis dalam konferensi pers daring yang digelar Minggu.

Peneliti Utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari responden yang menyatakan sangat puas (13 persen) dan cukup puas (66,9 persen).

“Approval rating Presiden Prabowo sangat tinggi untuk ukuran awal masa pemerintahan,” ujar Burhanuddin.

Survei digelar pada 15–21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh provinsi melalui metode wawancara tatap muka. Margin of error survei berada pada kisaran ±2,9 persen.

Kepuasan era awal SBY dan Jokowi

Burhanuddin menambahkan, tingkat kepuasan publik ini relatif stabil dibanding periode Januari 2025 dan bahkan lebih tinggi dibanding masa awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004) maupun Joko Widodo (2014).

Menurutnya, tingginya kepuasan terhadap Presiden Prabowo juga ditopang oleh basis elektoral pendukung Joko Widodo pada 2024.

Meski demikian, ia menilai angka “sangat puas” yang masih berada di kisaran 13 persen menunjukkan ruang peningkatan di kelompok pemilih yang benar-benar solid.

Alasan kepuasan publik

Indikator juga menelusuri penyebab utama mengapa publik merasa puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Temuan yang paling menonjol berturut-turut: pemberantasan korupsi – 17,5 persen, frekuensi bantuan pemerintah – 15,6 persen, program kerja dinilai baik – 11 persen, kinerja nyata di lapangan – 10,5 persen, dan sosok Prabowo dianggap tegas dan berwibawa – 9,7 persen.

Faktor lain yang turut disebutkan adalah program makan bergizi gratis, perhatian kepada rakyat, serta meningkatnya rasa aman di masyarakat.

Sementara alasan publik tidak puas, responden menyatakan kurang atau tidak puas karena bantuan yang dianggap tidak tepat sasaran – 16,2 persen, belum terlihat bukti nyata kinerja – 15,8 persen, program kerja belum maksimal – 13,7 persen, kondisi ekonomi yang dinilai belum stabil – 9,2 persen, dan kesulitan lapangan pekerjaan – 5,8 persen.

Burhanuddin menilai bantuan sosial menjadi faktor dua sisi: memuaskan sebagian masyarakat namun dinilai belum merata oleh sebagian lainnya.

Gen Z jadi penopang utama

Dilansir Kompas.com, dari sisi demografi, tingkat kepuasan tertinggi datang dari generasi muda, terutama Gen Z, yang sejak Pilpres 2024 menjadi basis pemilih terbesar Prabowo.

Kepuasan perempuan sedikit lebih tinggi dibanding laki-laki, namun keduanya tetap berada pada kategori mayoritas puas.

Dari sisi etnis, tingkat kepuasan tinggi tercatat pada pemilih Jawa dan Madura, sementara relatif lebih rendah—meski tetap mayoritas—di kalangan Minang dan Betawi.

Secara geografis, Jakarta mencatat tingkat kepuasan terendah, yaitu 53 persen, di bawah wilayah lain seperti Sumatera, Jawa Timur, Jawa Tengah–DIY, Bali–Nusra, dan Sulawesi. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025