Tonton Youtube BP

“Fixed broadband” hanya 39,88 Mbps, provider Remala Abadi akan hadirkan internet kecepatan 10 Gbps

Armin Mandika
4 Nov 2025 08:20
Ekbis 0
2 minutes reading

PRIORITAS, 4/11/25 (Jakarta): Provider Remala Abadi Perusahaan jaringan internet mengumumkan tengah menyiapkan infrastruktur berkecepatan 10 Gbps, disaat rata-rata kecepatan internet tetap (fixed broadband) Indonesia yang masih di kisaran 39,88 Mbps.

Seperti diketahui, sejauh ini belum ada penyedia layanan internet yang mampu menghadirkan koneksi internet cepat 10 Gbps. Beberapa penyedia internet baru menawarkan paket hingga 1-2 Gbps untuk segmen premium, sedangkan layanan di atas 5 Gbps umumnya masih tahap uji coba atau proyek korporasi terbatas.

“Kami akan coba masuk dalam satu smart infrastructure yang dipersiapkan untuk 10G. 10G bukan 5G generation, tapi 10 Gbps, kecepatan yang saat ini paling tinggi di dunia,” kata Direktur Utama Remala Abadi, Richard Kartawijaya, dikutip dari pernyataan tertulisnya, Selasa (4/11/25) seperti dilansir dari detik.com.

Dikatakan Richard, uji coba jaringan ini bahkan sempat mencatat hasil download 25 Gbps dan upload 11,6 Gbps – jauh di atas rata-rata nasional. “Kami berharap teknologi ini memberikan reliability, security, dan confidence level yang berbeda,” harapnya.

Dikatakan Remala, kecepatan ekstrem seperti ini bisa mendorong transformasi di berbagai sektor, mulai dari telemedicine, smart city, hingga layanan korporasi dan pemerintahan.

“Dengan 10G, konsultasi medis yang dulu butuh 30 menit bisa selesai dalam hitungan detik,” ungkapnya.

Sebagaimana pengujian sinyal 10 Gbps Remala Abadi ini mampu menghasilkan rata-rata kecepatan unduh sebesar 25 Gbps dan unggah 11,6 Gbps.

Dikatakan Adrian Renaldy, Direktur Remala Abadi , kebutuhan masyarakat terhadap layanan fixed broadband terus meningkat, membuka ruang ekspansi agresif di wilayah Jawa dan Bali. Remala juga disebut sedang membeli beberapa jalur backbone dan mengajukan izin Network Access Provider (NAP) untuk memperkuat ekspansi ke depan.

“Meski agresif, kami tetap menjalankan asas kehati-hatian dalam penggelaran FTTH maupun akuisisi backbone,” katanya.

Tak hanya ritel, Remala juga memperluas segmen business-to-business (B2B), pemerintahan, dan wholesale yang disebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan. “Diversifikasi segmen pasar inilah yang membuat kinerja keuangan Remala cukup solid,” katanya. (P-*r/am)

 

 

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x