Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. (‘Courtessy’ Beritasatu)PRIORITAS, 6/11/25 (Jakarta): Perekonomian Indonesia berada pada status solid di tengah kondisi geopolitik yang tak menentu dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Pihak BPS menyatakan, angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara maju seperti Korea Selatan, China dan Arab Saudi.
“Ternyata ekonomi kita masih solid. Hal ini terutama karena ekspor kita lagi tumbuh tinggi, 9,91 persen. Kemudian juga investasi masih 5,04 persen tumbuhnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat mengunjungi headquarter B-Universe seusai dialog “Berita Satu Spesial”, Kamis (6/11/25).
Pengeluaran pemerintah meningkat tajam
Di samping meningkatnya ekspor dan investasi yang tetap kuat, sisi produksi industri manufaktur juga ikut tumbuh impresif 5,54 persen.
Selain itu, pengeluaran pemerintah juga meningkat tajam, terutama pada September 2025.
“Kami melihat realisasi belanja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada September 2025 cukup tinggi. Ke depan, realisasi belanja anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perlu terus didorong agar konsumsi pemerintah tumbuh lebih kuat lagi,” ujarnya lagi.
Dia juga menilai, pemerintah dapat mendorong sumber-sumber pertumbuhan baru seperti ekonomi kreatif dan hilirisasi sumber daya alam.
“Hilirisasi bukan hanya pada sektor tambang, tetapi juga sumber daya lain seperti crude palm oil (CPO) dan rumput laut. Kalau diolah menjadi produk turunan yang bernilai tambah tinggi, ini bisa jadi potensi besar,” tandas Amalia Widyasanti. (P-*r/Bst/jr)
No Comments