Meriah! Festival Mane’e 2026 jadi simbol syukur dan penggerak wisata bahari Talaud

Sem Muhaling
Kamis, 21 Mei 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 21/5/26 (Talaud): Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud bersama masyarakat kembali menggelar Festival Mane’e 2026 di Pulau Intata, Kakorotan, Kecamatan Nanusa, Rabu (20/5/2026).

Festival budaya tahunan yang menjadi identitas masyarakat Talaud tersebut mengusung tema: “Merajut janur melestarikan warisan leluhur untuk mewujudkan wisata bahari yang representatif di bibir Pasifik Utara Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi dan kearifan lokal yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda sekaligus menjadi agenda festival tahunan nasional setiap bulan Mei.

Tradisi leluhur Talaud yang sarat makna

Tradisi Mane’e merupakan budaya menangkap ikan secara tradisional menggunakan janur kelapa yang dirajut dan dipasang pada waktu tertentu. Tradisi ini diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Talaud sebagai bentuk pelestarian alam dan budaya.

Selain menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat, Mane’e juga mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta, hubungan antarsesama, serta hubungan manusia dengan alam.

Prosesi tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas berkat dan hasil laut yang diberikan Tuhan, sekaligus bentuk penghormatan terhadap keseimbangan ekosistem laut agar tetap terjaga.

RIbuan orang ikuti festival Mane'e di pulau Intata Kakorotan kabupaten kepulauan Talaud.(Nelson P. Sangadi)

Bca juga : Edan! Prabowo: Kerugian akibat ekspor curang sejak 1991 capai Rp15.400 triliun

Festival Mane’e dongkrak pariwisata wilayah perbatasan

Festival Mane’e juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata bahari unggulan di wilayah perbatasan utara Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Talaud yang berada di kawasan bibir Pasifik.

Pemerintah daerah menilai tradisi budaya seperti Mane’e memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara karena menyuguhkan keunikan budaya dan kekayaan laut yang masih terjaga secara alami.

Dengan pengembangan sektor wisata berbasis budaya dan lingkungan, Talaud diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata bahari representatif di kawasan utara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dihadiri pejabat dan masyarakat

Festival Mane’e 2026 dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Talaud Anisya G. Bambungan, SE, Ketua Cabang 7 Korcab VIII DJA II Ny. Tris Yogie Kuswara, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Drs. Engelbertus Tatibi, serta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Janastasya Ch. Parapaga, SE, S.Kom.

Turut hadir pula unsur Forkopimda, staf khusus bupati, Forkopimcam Kecamatan Nanusa, tetua adat, wisatawan, dan masyarakat setempat.

Suasana penuh kegembiraan terlihat saat masyarakat dan tamu undangan menyaksikan berbagai jenis ikan terjaring dalam prosesi Mane’e menggunakan janur kelapa yang telah dipasang sebelumnya.

Komitmen jaga alam dan budaya

Melalui festival ini, pemerintah dan masyarakat Kepulauan Talaud kembali menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mempertahankan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Tradisi Mane’e pun diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya masyarakat Talaud yang memiliki nilai persatuan, kebersamaan, dan pelestarian lingkungan.(Nelson P. Sangadi)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025