Gaya hidup Gen Z, jurus tak terduga menopang ekonomi RI. (dok. iNews)PRIORITAS, 26/12/2025 (Jakarta): Di tengah tekanan ekonomi dan harga yang terus menanjak, Generasi Z justru bergerak melawan arus. Alih-alih menahan belanja sepenuhnya, generasi muda ini memilih “jurus” berbeda: membelanjakan uang untuk pengalaman—mulai dari kopi kekinian, wisata, hingga konser artis global.
Fenomena ini tercermin dalam ASEAN Consumer Sentiment Study (ACSS) 2025. Meski hanya mencakup sekitar 31% responden, Gen Z menyumbang lebih dari separuh belanja ekonomi berbasis pengalaman. Bagi mereka, konsumsi tak lagi soal memiliki barang, melainkan tentang emosi, kenangan, dan cerita yang bisa dibagikan.
Konser Blackpink yang selalu ludes, kafe viral yang tak pernah sepi, hingga wisata singkat nan estetik menjadi simbol bagaimana konsep self-reward menempati prioritas utama. Di tengah ketidakpastian, pengalaman dianggap sebagai cara menjaga kewarasan, kebahagiaan, dan rasa kontrol atas hidup.
Menariknya, pola ini bukan berarti Gen Z abai terhadap kondisi ekonomi. Mereka justru lebih selektif: menunda pembelian besar, rajin berburu promo, tetap menabung, dan mulai akrab dengan investasi. Boros di satu sisi, namun hemat dan terukur di sisi lain.
Tren ini diperkirakan berlanjut hingga 2026, seiring dominasi Gen Z dan Generasi Alpha dalam struktur demografi. Bagi perekonomian nasional, belanja pengalaman menjadi bantalan penting di saat konsumsi tradisional melemah.
Dilansir cbnindonesia.com, bahwa bagi pelaku usaha, perubahan ini adalah peluang sekaligus peringatan. Konsumen muda tak lagi sekadar mencari harga murah, melainkan nilai, cerita, dan pengalaman bermakna. Brand yang mampu mengemas produk dengan sentuhan emosi, personalisasi, dan pengalaman omnichannel berpotensi bertahan, bahkan tumbuh, di tengah gejolak ekonomi.
Di balik secangkir kopi mahal dan tiket konser jutaan rupiah, Gen Z diam-diam menjadi motor penggerak. Dengan cara mereka sendiri, generasi ini membantu ekonomi Indonesia tetap berdenyut hingga 2026. (P-*/bwl)