PRIORITAS, 29/8/26 (Kabupaten Serang, Banten): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, resmi menetapkan Desa Wisata Cikolelet di Kecamatan Cinangka sebagai percontohan (role model). Desa ini dinilai sukses mengolaborasikan pelestarian tradisi budaya dengan peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengapresiasi konsistensi warga dalam menjaga warisan leluhur. Salah satu bukti keberhasilannya, ujar bupati, terlihat dari gelaran rutin Festival Cikolelet yang mampu memicu dampak ekonomi ganda (multiplier effect) bagi pelaku usaha lokal.
"Pariwisata berbasis komunitas yang tumbuh di desa ini telah memberikan dampak ekonomi nyata yang dirasakan langsung oleh warga. Pemkab Serang akan terus mendukung penuh," ujar Ratu Rachmatuzakiyah di lokasi Festival Cikolelet VI 2026, di Serang, Sabtu (29/8/26).
Menjaga tradisi budaya
Dikatakan, sebagai rujukan utama wisata budaya di Kabupaten Serang, Desa Cikolelet menonjol berkat kuatnya identitas kesenian lokal. Beberapa atraksi seni leluhur yang terus dilestarikan antara lain Pentas Musik Tradisional Rampak Bendrong Lesung, dan Pergelaran Seni Wayang Golek Giri Harja Putra 2.
Kepala Desa Cikolelet, Ojat Darojat, menyambut baik status percontohan dari pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa wilayahnya telah resmi menyandang status desa wisata sejak tahun 2017 serta mengantongi sertifikat kearifan lokal resmi dari kementerian terkait.
"Sertifikat ini menjadi modal dasar kami untuk terus berinovasi. Meski menghadapi berbagai tantangan, kami tetap fokus pada konsep pelestarian tradisi budaya," kata Ojat.
Mendapat apresiasi dari Mendes PDT
Langkah strategis kolaborasi antara Pemkab Serang dan masyarakat lokal itu mendapat apresiasi langsung dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, yang turut hadir di lokasi acara Festival Cikolelet.
Mendes PDT menilai langkah menjadikan Cikolelet sebagai role model desa wisata unggulan sangatlah cerdas. Konsep terintegrasi ini terbukti efektif menghidupkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mendongkrak pendapatan BUMDes, sekaligus menjaga eksistensi nilai kebudayaan secara berkelanjutan.
Demi mempertahankan prestasi tersebut, Bupati Serang mengimbau seluruh elemen warga agar senantiasa menjaga aspek keramahan, keamanan, serta kebersihan lingkungan sekitar demi kenyamanan wisatawan yang berkunjung. (P-Ant/hdt)








