Cerita lebaran di Istana Kepresidenan: Dari antrean hingga kisah warga bertemu Presiden Prabowo

Johanes Christiaan
Minggu, 22 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 22/1/2026 (Jakarta): Halaman Istana Kepresidenan Jakarta tak sekadar dipenuhi manusia, tapi ada harapan, rasa haru, dan kebahagiaan yang sulit disembunyikan.

Pasalnya, di hari itu, di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026), Presiden Prabowo Subianto membuka pintu Istana Keprsidenan untuk rakyatnya. Gelar griya—tradisi yang telah lama dinanti—kembali digelar.

Ribuan warga datang dari berbagai sudut kota, membawa satu keinginan sederhana: bertemu langsung dengan pemimpinnya.

Sejak pagi menjelang siang, antrean mulai mengular. Wajah-wajah lelah tertutupi oleh semangat. Di antara mereka, Reza berdiri dengan penuh antusias. Ia mengaku telah menantikan momen tersebut sejak lama dan mengungkapkan bahwa keinginannya hadir terinspirasi dari pelaksanaan gelar griya pada tahun-tahun sebelumnya.

“Saya berkaca dari tahun-tahun sebelumnya yang mana Istana Negara selalu membuka open house jadi tahun ini saya mencoba untuk ikut open house Istana,” ucapnya.

Di sudut lain, kebahagiaan terpancar dari Nina yang mendampingi adiknya, Samuel, seorang penyandang disabilitas. Mereka datang dengan satu harapan sederhana: bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.

“Saya senang sekali, memang niatnya untuk datang lebaran ke sini masyarakat banyak, terutama adikku ini yang saya wakili disabilitas ini juga sangat senang sekali kita sama-sama tadi naik kendaraan itu busway [Trans Jakarta] itu kita satu tujuan untuk datang mau ketemu Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terbaik. Jadi kita sangat senang sekali ya,” ungkap Nina.

Keceriaan juga terlihat dari Ayu, seorang anak yang datang bersama kedua orang tuanya. Ia mengungkapkan kebahagiaannya dapat bertemu, berjabat tangan, bahkan mendapatkan hadiah berupa mainan dari Presiden Prabowo.

“Senang banget. Bahagia. Senang banget bisa ketemu, dapat mainan,” ucap Ayu.

Sementara itu, Aji Agung Waruna, seorang pengemudi ojek daring, turut menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Alhamdulillah, tahun ini saya bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden Prabowo. Dan saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah memberikan open house kepada masyarakat warga negara Indonesia, beribu-ribu terima kasih banyak,” katanya.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan Thalia dan Marco yang telah lama menantikan momen ini. Keduanya turut menyampaikan harapan dan doa untuk Presiden Prabowo.

“Yang pastinya senang banget ya, karena kan kita kan sering melihat dari televisi dan handphone kan. Nah, sekarang kita bisa bertemu langsung tuh senang banget sih. Apalagi bisa salaman langsung sama Pak Prabowo. Semoga Pak Prabowo sehat selalu dan sukses selalu untuk memajukan Indonesia,” ujar Thalia.

Gelar griya Idulfitri di Istana Kepresidenan tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga menghadirkan ruang pertemuan yang hangat antara pemimpin dan rakyatnya. Di balik jabat tangan dan senyuman, tersimpan kisah-kisah sederhana penuh makna—tentang harapan, kebanggaan, dan kedekatan yang terasa begitu nyata. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025