Bos Hybe Bang Si Hyuk dibidik penangkapan, kasus manipulasi saham gegerkan industri K-pop

Giovanni Riung
Rabu, 22 April 2026
2 menit membaca

Bang Si-hyuk merupakan sosok di balik terbentuknya grup pop tujuh anggota BTS. (Instagram :Bang Si Hyuk).


PRIORITAS, 21/4/2026 (Seoul/Korea): Pendiri dan pimpinan perusahaan hiburan HYBE, Bang Si-hyuk, menghadapi ancaman penangkapan setelah polisi Korea Selatan mengajukan permohonan surat perintah kepada jaksa terkait dugaan praktik perdagangan saham ilegal.

Permohonan tersebut berkaitan dengan dugaan bahwa Bang menyesatkan investor pada 2019 dengan menyampaikan bahwa rencana penawaran saham perdana tidak memungkinkan, sementara di sisi lain perusahaan tengah mempersiapkan langkah tersebut secara internal. HYBE kemudian resmi melantai di bursa KOSPI pada Oktober 2020.

Penyelidikan menyebut adanya keuntungan sekitar 200 miliar won yang diduga diperoleh dari skema tersebut. Bang membantah seluruh tuduhan dan menyatakan tindakannya telah sesuai prosedur.


Kasus ini telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penggeledahan kantor pusat HYBE, pembekuan sebagian aset, serta pembatasan perjalanan ke luar negeri sejak Agustus lalu.

Di tengah proses hukum, HYBE tetap berada dalam sorotan industri global berkat kesuksesan grup andalannya, BTS. Grup tersebut baru memulai tur dunia setelah hampir empat tahun hiatus, dengan proyeksi pendapatan yang diperkirakan melampaui 1 miliar dolar AS.

Pengumuman tur tersebut sempat mendorong kenaikan signifikan nilai saham HYBE, menambah kapitalisasi pasar lebih dari 1 triliun won. Bang sebelumnya menyebut BTS sebagai fenomena global yang mendapat pengakuan luas di berbagai negara.

Menurut hukum Korea Selatan, pelaku perdagangan saham ilegal dengan keuntungan di atas 5 miliar won dapat menghadapi hukuman penjara minimal lima tahun hingga seumur hidup.

Kasus ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah Korea Selatan dalam memperketat pengawasan terhadap praktik manipulasi pasar saham. Otoritas keuangan memperkuat penegakan hukum dengan kebijakan sanksi lebih tegas, termasuk pembekuan akun yang terlibat aktivitas ilegal serta denda hingga dua kali lipat dari keuntungan yang diperoleh.

Saham HYBE tercatat melemah 2,3 persen pada penutupan perdagangan terakhir, seiring meningkatnya perhatian publik terhadap perkembangan kasus tersebut. (P-Gio R).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan