Pertandingan berlangsung terbuka sejak awal. Borneo FC lebih dulu menciptakan peluang melalui Peralta, namun upayanya masih mampu diamankan kiper Leo Navacchio. Persik Kediri merespons lewat sejumlah peluang, termasuk tembakan keras Ernesto Gomez yang memaksa Nadeo Argawinata melakukan penyelamatan penting.
Sejumlah peluang lain dari Bayu Otto dan Hamra Hehanussa belum mampu mengubah kedudukan. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Borneo FC akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-54 melalui Obieta yang memaksimalkan umpan Peralta dari sisi serang.
Persik Kediri meningkatkan tekanan setelah tertinggal. Penguasaan bola mencapai 56 persen dengan sembilan tendangan sudut, namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi kendala. Tinjauan VAR terkait potensi handball di kotak penalti tidak menghasilkan keputusan pelanggaran.
Lini belakang Borneo FC tampil disiplin hingga akhir laga, mampu meredam tekanan tuan rumah, termasuk pada 10 menit terakhir pertandingan.
Kemenangan ini memperkuat posisi Borneo FC dalam persaingan papan atas, sementara Persik Kediri tertahan di peringkat ke-12 dengan 33 poin dan masih berada dalam bayang-bayang zona degradasi. (P-Gio R).