
An Se Young meraih penghargaan lantaran membongkar kasus korupsi di Korea Selatan. (ANTARA/Hafidz Mubarak A)
PRIORITAS, 18/4/26 (Seoul): Pebulutangkis An Se-young jadi sorotan besar setelah meraih penghargaan Demokrasi dan Perdamaian 19 April setelah membongkar kasus korupsi di bulu tangkis Korea Selatan. Bintang bulu tangkis putri dari negeri gingseng itu, mendapat penghargaan usai mengungkap dugaan penyimpangan di dunia bulu tangkis Korsel.

“Penghargaan ini bukan hasil kerja saya saja, tetapi hasil dari usaha banyak pihak dan hati orang-orang yang bersama saya,” ucap An Se Young dilansir dari Chosun. An Se Young tak hanya punya prestasi menawan di dalam lapangan bulu tangkis, atlet 24 tahun itu juga memiliki nama harum di luar lapangan.
“Yang membuat saya bangkit di setiap momen sulit adalah orang-orang yang membuat saya lebih percaya proses dibanding hasil. Saya tidak akan melupakan arti penting penghargaan ini dan akan melangkah maju ke arah yang lebih baik dengan rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Dipilih bukan karena juara Olimpiade

Penghargaan Demokrasi dan Perdamaian 19 April diinisiasikan Asosiasi Alumni Fakultas Ilmu Liberal Universitas Seoul pada 2020 untuk memperingati ulang tahun ke-60 Revolusi 19 April. Komite pengarah penghargaan Demokrasi dan Perdamaian 19 April menyatakan juara Olimpiade itu tidak dipilih karena capaian prestasi yang luar biasa di panggung badminton.
“Yang menjadi fokus utama komite juri adalah An mengangkat isu soal sisi gelap tersembunyi dunia bulu tangkis Korea sesaat setelah Olimpiade Paris,” jelas steering comittee penghargaan Demokrasi dan Perdamaian 19 April. “An menunjukkan keberanian mengungkap kebenaran tanpa takut soal kerugian atau kritik. Hasilnya kini ada kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan dan penyimpangan yang telah berlangsung lama, tidak hanya di komunitas bulu tangkis tetapi juga di dunia olahraga Korea.”
Sosok yang baru saja meraih gelar Kejuaraan Asia 2026 itu, mengungkap borok badminton Korea Selatan pada dua tahun lalu, tak lama setelah menjadi juara Olimpiade 2024. Ketika itu An Se Young mengungkap berbagai penyimpangan di tubuh badminton Korea Selatan seperti kelalaian federasi dalam menanggulangi cedera atlet dan paksaan untuk menggunakan peralatan dari sebuah sponsor.
Dari pengungkapan An Se Young tersebut Kementerian Olahraga Korea Selatan membongkar kasus korupsi Asosiasi Badminton Korea. Penghargaan ini diinisiasikan Asosiasi Alumni Fakultas Ilmu Liberal Universitas Seoul pada 2020 untuk memperingati ulang tahun ke-60 Revolusi 19 April seperti dikutip CNNIndonesia.com. Pada 19 April 1960 terjadi gerakan protes massal pro-demokrasi di Korea Selatan yang menggulingkan rezim otoriter presiden Syngman Rhee. (P-wr)

