
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. (Istimewa)PRIORITAS, 17/4/2026 (Jakarta): Fokus utama program unggulan pemerintah di bidang gizi kini ditegaskan kembali. Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahap awal diprioritaskan untuk kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), sebelum diperluas kepada peserta didik.

Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan pemenuhan gizi pada fase paling krusial dalam siklus kehidupan, guna mencegah stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi sejak dini.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap program MBG dapat memberikan dampak yang lebih optimal dalam memperkuat sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan fokus program ini adalah periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dinilai krusial dalam meningkatkan kualitas gizi generasi mendatang.

“Kelompok prioritas adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Baru setelah itu peserta didik,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Sony juga menyoroti masih adanya praktik di lapangan yang tidak sesuai dengan tujuan program, seperti kerja sama eksklusif antara mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membatasi penyaluran bantuan.
Menurutnya, hal tersebut tidak diperbolehkan karena dapat menghambat pemerataan manfaat program nasional tersebut.
Saat ini, jumlah SPPG yang terverifikasi telah mencapai lebih dari 27 ribu unit, dengan sekitar 25 ribu di antaranya sudah beroperasi. Program MBG juga melibatkan lebih dari 1,18 juta relawan di seluruh Indonesia.
Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini dinilai turut memberikan dampak ekonomi dengan memberdayakan masyarakat melalui operasional SPPG di berbagai daerah.

