Memperingati Hari Pahlawan 10 Novemver 2025, Presiden ke-2 RI, Soeharto, diusulkan menerima gelar Pahlawan Nasional. PDIP dengan tegas menolak usulan tersebut seperti diungkapkan Sekjen Hasto Kristiyanto, Sabtu (1/1/25) di Blitar, Jawa Timur. (Ist.) PRIORITAS, 1/1/25 (Blitar, Jatim): Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berpegang teguh pada pesan Megawati Soekarnoputri agar gelar pahlawan nasional tidak diberikan dengan mudah dan harus memperhatikan rekam jejak sejarah serta nilai kemanusiaan tokoh yang bersangkutan.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, usai mendampingi Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, berziarah ke makam Presiden pertama RI, Ir Soekarno, di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/25).
Berdasarkan hal itu Hasto menegaskan bahwa partainya menolak pemberian gelar pahlawan nasional tanpa pertimbangan mendalam, termasuk terhadap wacana penobatan gelar tersebut kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.
“PDI Perjuangan mendengar banyak masukan dari kalangan masyarakat sipil dan akademisi yang memberikan catatan tentang kebanggaan kemanusiaan (human pride) dan pelanggaran di masa lalu. Bahkan Prof Mahfud MD saat menjabat Menko Polhukam juga menyinggung soal persoalan HAM. Semua itu menjadi perhatian serius bagi kami,” ucap Hasto.
Dikatakannya, Megawati menilai, gelar pahlawan adalah simbol dari nilai luhur dan integritas, bukan sekadar status formal. “Pahlawan adalah sosok yang memperjuangkan kemerdekaan dan nilai-nilai kemanusiaan, bukan yang pernah mengkhianati rakyatnya sendiri,” tegas Hasto.
Hasto menambahkan, seorang pahlawan sejati harus menjadi teladan moral dan inspirasi bagi seluruh anak bangsa. Karena itu, pemberian gelar pahlawan harus mempertimbangkan suara rakyat, rekam perjuangan, serta kontribusi nyata terhadap kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Pesan Ibu Mega sangat jelas, yakni gelar pahlawan adalah bentuk penghormatan tertinggi negara, dan hanya layak diberikan kepada mereka yang setia pada nilai-nilai kemerdekaan dan kemanusiaan universal,” ungkapnya, sebagimana dilansir dari Beritasatu.com. (P-*/ht)
No Comments