Menteri Koperasi Ferry Juliantono.(Dok/kompas.com)PRIORITAS, 25/10/25 (Jakarta): Pengawasan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih diperkuat Kementerian Koperasi lewat penerapan aplikasi Jaga Desa, diyakini mampu meminimalisasi risiko sekaligus dongkrak tingkat transparansi pengelolaan usaha koperasi. Demikian informasi yang diterima Beritaprioritas.com, Sabtu (25/10/25).
“Pengawasan dan mitigasi risiko tidak bisa dipisahkan dari penerapan Jaga Desa yang menjadi bagian dari upaya membangun koperasi yang sehat dan terpercaya,” kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menghadiri kegiatan Bimtek pengawas koperasi di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (24/10/25) sebagaimana dikutip dari Inilah.com.
Dijelaskan Ferry, aplikasi Jaga Desa dirancang untuk memudahkan kejaksaan dan perangkat desa dalam memantau setiap aktivitas koperasi secara real-time dan terukur. Pemantauan mencakup proses penyaluran modal, pengelolaan aset, hingga akurasi pelaporan keuangan.
Adanya sistem digital ini diharapkan menjadi katalisator keterbukaan informasi di tingkat desa. Dengan transparansi yang terjaga, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai lembaga ekonomi andalan pun diharapkan kian menguat.
Untuk kolaborasi ini juga melibatkan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS). Sinergi multipihak ini bertujuan memastikan setiap Kopdes Merah Putih konsisten menjalankan prinsip transparansi, partisipatif, dan tanggung jawab sosial.
Lebih lanjut Ferry menyebut peningkatan kapasitas pengurus koperasi menjadi pilar penting lainnya. Melalui bimbingan teknis dan pendampingan berkelanjutan, para pengelola koperasi dibekali pemahaman menyeluruh tentang aspek hukum, manajerial, dan keuangan.
“Dengan dukungan kejaksaan, kami ingin memastikan pengawasan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi mekanisme nyata untuk melindungi kepentingan anggota dan masyarakat desa,” tegasnya. (P-*r/am)
No Comments