Awal tahun positif, modal asing masuk bersih Rp1,44 T ke pasar keuangan RI

Johanes Christiaan
Sabtu, 10 Januari 2026
EKBIS Keuangan 0 465
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/1/2026 (Jakarta): Awal tahun 2026 langsung dibuka dengan sinyal kuat dari pasar keuangan, modal asing kembali “mendarat” di Indonesia. Bank Indonesia mencatat arus masuk bersih dana asing sebesar Rp1,44 triliun hanya dalam sepekan pertama Januari, menegaskan kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi domestik di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya mereda.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa aliran dana asing tersebut terutama masuk ke pasar saham dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Modal asing masuk bersih di pasar saham tercatat sebesar Rp1,78 triliun, sementara di SRBI mencapai Rp1,04 triliun.

Namun demikian, terjadi aliran modal asing keluar bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,38 triliun. Dengan demikian, secara keseluruhan pasar keuangan domestik tetap mencatatkan modal asing masuk bersih Rp1,44 triliun.

Sejak awal tahun hingga 8 Januari 2026, akumulasi modal asing masuk bersih di pasar saham mencapai Rp3,85 triliun, di SBN sebesar Rp3,23 triliun, dan di SRBI sebesar Rp260 miliar.

Sementara itu, premi risiko investasi Indonesia yang tercermin dari credit default swaps (CDS) tenor lima tahun tercatat naik dari 67,62 basis poin (bps) per 2 Januari 2026 menjadi 69,57 bps per 8 Januari 2026.

Nilai tukar rupiah pada Jumat (9/1/2026) dibuka melemah di level Rp16.815 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026) di level Rp16.785 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 98,93.

Dari pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik ke level 6,15 persen, sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke level 4,167 persen.

BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan bauran kebijakan guna menjaga stabilitas dan ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025