Tonton Youtube BP

AS-Ukraina finalisasi konsep perdamaian yang telah diperbarui

Zamir Ambia
24 Nov 2025 16:25
2 minutes reading

PRIORITAS, 24/11/25 (Jakarta): Amerika Serikat (AS) dan Ukraina menyusun kerangka perdamaian baru yang telah diperbarui setelah menggelar pembicaraan di Jenewa, Swiss.

Perwakilan kedua negara bertatap muka untuk menelaah rancangan perdamaian terbaru dari AS, yang diarahkan untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

“Diskusi tersebut menunjukkan kemajuan berarti dalam menyelaraskan posisi dan mengidentifikasi langkah-langkah jelas berikutnya,” kata pernyataan bersama yang dirilis Minggu oleh Gedung Putih, Minggu (23/11/25).

“Mereka menegaskan kembali bahwa setiap perjanjian di masa depan harus sepenuhnya menjunjung kedaulatan Ukraina dan menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan dan adil,” demikian isi pernyataan tersebut.

Konstruktif hingga saling menghormati

Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menilai diskusi antara delegasi AS dan Ukraina berlangsung secara konstruktif, terarah, dan saling menghormati, serta menegaskan kembali komitmen bersama untuk mewujudkan solusi yang bertahan lama.

Sebagaimana dikutip dari Anadolou, delegasi kedua negara menilai konsultasi itu sangat produktif dan menyebut kerangka kerja yang diperbarui mencerminkan kemajuan yang berhasil dicapai dalam beberapa pekan terakhir.

AS dan Ukraina juga melaporkan adanya perkembangan besar pada Minggu, setelah pertemuan yang digambarkan kedua pihak sebagai diskusi paling konstruktif sejauh ini dalam rangkaian negosiasi menuju kesepakatan damai Rusia-Ukraina.

Mendorong proses perdamaian di Ukraina

Pernyataan itu disampaikan usai para pejabat tinggi AS dan Ukraina bertemu di Jenewa untuk membahas proposal berisi 28 poin yang dirancang guna mendorong proses perdamaian di Ukraina.

Delegasi AS dipimpin Menteri Luar Negeri Marco Rubio bersama utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta Sekretaris Angkatan Darat AS Daniel Driscoll yang turut hadir di Jenewa. Sementara itu, delegasi Ukraina berada di bawah pimpinan kepala staf kepresidenan, Andriy Yermak.

Rancangan 28 poin tersebut disebut mengharuskan Ukraina menyerahkan wilayah tambahan kepada Rusia, mengurangi kapasitas militernya, dan secara resmi menghentikan upaya bergabung dengan NATO.

Trump beri batas waktu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberi batas waktu kepada mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, hingga Kamis untuk memberikan jawaban.

Zelenskyy mengatakan ia menghadapi pilihan sulit, yakni “kehilangan martabat kami atau risiko kehilangan mitra utama.”

Pada Sabtu (22/11), para pemimpin dari sembilan negara Eropa ditambah Jepang, Kanada, dan pejabat tinggi Uni Eropa menyatakan keprihatinan atas usulan pembatasan terhadap angkatan bersenjata Ukraina, memperingatkan bahwa hal itu akan membuat Ukraina rentan terhadap serangan di masa depan. (P-Zamir)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x