Arahan Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar: Perwira remaja harus mampu membaca dan memahami perubahan geopolitik dunia

Herling Tumbel
Jumat, 9 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 9/1/26 (Magelang, Jawa Tengah): Gubenur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E, memberikan pengarahan kepada perwira remaja abituren Akmil Tahun Akademik 2025. Para perwira remaja ini telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di Akmil Magelang, Jawa Tengah (Jateng). , Selasa (6/1/2026).

Dalam pengarahannya, Mayjen TNI Rano Tilaar menekankan para perwira remaja harus mampu membaca dan memahami perubahan geopolitik dunia sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis di masa depan.

Menurutnya, tidak ada kawan ataupun lawan yang bersifat abadi dalam hubungan internasional, melainkan yang kekal adalah kepentingan nasional.

“Sebagai calon pemimpin nasional, perwira remaja harus memiliki wawasan geopolitik dan geostrategi yang kuat agar bangsa Indonesia tidak tergerus oleh pusaran dinamika global,” kata Mayjen TNI Rano Tilaar,  Selasa (6/1/26), sebagaimana dilansir dari rilis Bagian Penerangan dan Humas Akademi Militer (Penhumas Akmil) Magelang, Jumat (9/1/26).

Gubenur Akmil mengatakan, pengarahan ini bertujuan untuk membekali para perwira remaja sebagai calon pemimpin TNI- Angkatan Darat dan calon pemimpin nasional.

Tujuannya adalah agar para perwira remaja tersebut memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika geopolitik dan geostrategi global, regional, dan nasional, di tengah perkembangan lingkungan strategis dunia yang semakin kompleks.

Pada bagian lain pengarahannya, Rano Tilaar menjelaskan, posisi strategis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera, serta memiliki alur laut kepulauan Indonesia yang menjadi jalur utama perdagangan dunia.

Kondisi tersebut, kata Mayjen Rano Tilaar, menjadikan Indonesia memiliki peluang besar sekaligus potensi kerawanan geopolitik yang harus diantisipasi secara cermat.

Dia menekankan pentingnya memahami sejarah geopolitik dunia, dinamika kekuatan global, serta pengalaman negara-negara besar dalam merumuskan strategi nasional.

“Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para perwira remaja dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya. (P-r/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025