
Sebanyak 10 personel penjinak bom dari Detasemen Gegana diterjunkan ke lokasi untuk memimpin proses disposal. (Courtesy: Antara)PRIORITAS, 20/9/26 (Ambon): Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Detasemen Gegana berhasil memusnahkan dua unexploded ordnance (UXO) atau bom militer aktif peninggalan Perang Dunia II.

Bom sisa perang tersebut ditemukan di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Hal itu diungkapkan Karoops Polda Maluku, Kombes Pol Monang Marudu Zonir Simanjuntak, di Ambon, Minggu (20/9/26).
Disebutkan, bom aktif tersebut ditemukan dalam dua tahap. Pertama pada 7 September dan kedua 16 September.

Pemusnahan (disposal) sudah dilakukan secara khusus untuk menjamin keamanan di area proyek vital tersebut.
“Polri memastikan setiap potensi ancaman terhadap keselamatan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat, dan profesional,” ujar Simanjuntak.
Menurut Monang, temuan bom aktif di Blok Masela ini wajib ditangani secara khusus. Langkah cepat ini diambil agar tidak membahayakan para pekerja, masyarakat sekitar, maupun jalannya aktivitas pembangunan nasional.
Dilansir dari Antara, Monang menjelaskan, kedua bom militer tersebut pertama kali terdeteksi saat Tim Survei UXO Detasemen Gegana bersama pihak proyek melakukan penyisiran darat (onshore).
Tim gabungan menyisir area PT INPEX di Kelurahan Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, menggunakan alat pendeteksi ranjau (mine detector).
Dalam penyisiran tersebut, bom pertama ditemukan 7 September 2026. Terdeteksi di sekitar patok 71 sampai 75. Objek merupakan proyektil meriam Tipe 91 dengan diameter 105 mm, panjang 427 mm, dan berat mencapai 15,90 kg.
Bom kedua ditemukan 16 September 2026. Terdeteksi di sekitar patok 55 sampai 56. Objek merupakan proyektil meriam Tipe 91 jenis ‘long painted’ dengan diameter 105 mm, panjang 501,70 mm, dan berat 15,70 kg.
Diungkapkan, karena status kedua proyektil dinyatakan masih sangat aktif, personel di lapangan langsung memasang garis polisi (police line) dan membuat perimeter aman. Lokasi penemuan dijaga ketat hingga Tim Penjinak Bom (Jibom) tiba.
Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Tedy Purnanto, menjelaskan bahwa sebanyak 10 personel Detasemen Gegana diterjunkan langsung ke lokasi untuk memimpin proses pendisposalan.
“Setelah terdeteksi, tim langsung melakukan pengamanan perimeter dan memastikan lokasi tetap steril sampai personel Jibom melaksanakan pendisposalan,” jelas Tedy.
Seluruh rangkaian pemusnahan bom peninggalan Perang Dunia II ini berjalan aman tanpa korban jiwa maupun kerusakan lingkungan sekitar.
Usai disposal, Polda Maluku langsung melakukan serah terima berita acara resmi kepada penanggung jawab area PT INPEX dan pihak keamanan setempat.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penemuan ini menjadi bukti pentingnya survei mitigasi secara sistematis di kawasan PSN.
Karoops Polda Maluku, Kombes Pol Monang Marudu Zonir Simanjuntak mengatakan, Polda Maluku berkomitmen penuh untuk terus mengawal aspek keamanan total selama proses pembangunan Blok Masela berlangsung. (P-Ant/ht)

