
Suasana Stasiun MRT Jakarta, salah satu moda transportasi umum yang akan menerapkan tarif khusus Rp80 saat perayaan Hari Kemerdekaan RI pada Minggu (17/8/25). (iStockphoto)PRIORITAS, 20/9/26.(Jakarta): Penjangkauan rute sepanjang 1,76 kilometer mengawali langkah Pemprov DKI Jakarta mendata lahan dan bangunan terdampak pembangunan MRT Tahap 1 Segmen 1 Koridor Thamrin-Kwitang.

Aksi pendataan awal menyasar kawasan Jalan Kramat Kwitang serta Jalan Kebon Sirih di wilayah Jakarta Pusat.
”Pendataan awal ini dilakukan oleh Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan MRT Koridor Thamrin-Kwitang kepada pihak-pihak yang rencananya terdampak pembangunan,” kata Ketua Subkelompok Penanganan Pengaduan Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DKI Ebron Leonard Sirait di Jakarta, Minggu (20/9/26).
Tahapan kerja lapangan mendatangi langsung para pemilik aset di sepanjang koridor perencanaan.

Langkah sosialisasi awal mendahului proses pendataan demi menjamin transparansi pengadaan tanah.
”Pembangunan MRT direncanakan dilakukan secara bertahap,” jelas Ebron.
Target pengoperasian 2031 memacu PT MRT Jakarta melangsungkan lelang paket pekerjaan konstruksi Lintas Timur-Barat rute Medan Satria hingga Tomang.
Proyeksi penumpang harian membidik angka 284.000 orang melalui pengoperasian jalur bawah tanah kawasan Bank Indonesia menuju Senen.
Progres fisik lapangan juga mencatat pembangunan Lintas Utara-Selatan menuju Jakarta Kota yang sudah menembus angka 63 persen.
Capaian perpanjangan rute tersebut siap melayani mobilitas warga DKI Jakarta mulai tahun 2029 mendatang. (P-Ant/Khalied M)

