Namun, saat kembali melanjutkan proses evakuasi pada pagi hari, ia kembali dihantam banjir kiriman dengan ketinggian air mencapai dua hingga tiga meter. Dalam kondisi lelah, tubuhnya terseret arus sejauh sekitar 800 meter hingga akhirnya tersangkut di batang bambu di tengah derasnya aliran air.
Dalam situasi tersebut, Aipda Maulizar terjebak selama kurang lebih 12 jam tanpa pertolongan, tanpa asupan makanan, serta dengan keterbatasan komunikasi.
Di tengah kondisi yang nyaris putus asa, ia sempat menghubungi keluarganya dan menyampaikan pesan terakhir mengenai keberadaannya jika hal buruk terjadi.
Setelah kondisinya mulai membaik, ia berusaha berenang untuk keluar dari arus hingga akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim pencari.
Layak menjadi contoh
Sudirman menilai aksi tersebut sebagai bentuk pengabdian yang layak menjadi contoh bagi aparat lainnya, mengingat perjuangannya yang luar biasa hingga rela mengesampingkan keselamatan diri demi masyarakat.
“Kita berharap semangat seperti ini dapat menumbuhkan sinergi antara Polri dan masyarakat serta melahirkan lebih banyak prestasi di kalangan kepolisian,” tuturnya.
Ia juga berharap kisah yang dialami Aipda Maulizar dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
“Bukan untuk mencari pujian, tetapi ini adalah ketulusan dalam berbuat kebaikan demi mendapatkan pahala dari Allah SWT,” kata Sudirman, demikian informasi yang diterima dari Antara. (P-Zamir)