
15 ilmuwan Indonesia teratas di H-Index AD Scientific 2026.(Istimewa/AI)PRIORITAS, 8/5/26 (Jakarta): Alper-Doger Scientific Index (AD Scientific Index), sebuah lembaga pemeringkatan internasional resmi merilis daftar ilmuwan dengan performa riset terbaik di dunia tahun 2026. Dalam pemeringkatan terbaru tersebut, sejumlah peneliti Indonesia berhasil masuk jajaran ilmuwan dengan nilai h-index tertinggi nasional, menandai meningkatnya kontribusi akademik Indonesia di tingkat global.

Berdasarkan data AD Scientific Index 2026, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Suharyo Sumowidagdo, menempati posisi pertama sebagai ilmuwan Indonesia dengan h-index tertinggi. Ia mencatat h-index sebesar 186 dan berada di peringkat dunia ke-986.
Posisi kedua ditempati Opan Arifudin dari Universitas Islam Nusantara dengan h-index 145. Sementara posisi ketiga diraih Agus Purwanto dari Universitas Pelita Harapan dengan h-index 125.
AD Scientific Index sendiri merupakan sistem pemeringkatan akademik internasional yang dikembangkan Prof. Dr. Murat Alper dan Assoc. Prof. Dr. Cihan Doger. Indeks ini menganalisis lebih dari 2,6 juta ilmuwan dari 221 negara serta lebih dari 24 ribu institusi akademik dan riset di dunia.
Dalam dunia akademik, h-index digunakan untuk mengukur produktivitas sekaligus dampak ilmiah seorang peneliti berdasarkan jumlah publikasi dan sitasi karya ilmiah mereka. Konsep ini pertama kali diperkenalkan fisikawan J. E. Hirsch pada 2005 sebagai metode untuk menilai pengaruh riset seorang ilmuwan, menurut arvix.org.
Selain h-index, AD Scientific Index juga merilis daftar ilmuwan Indonesia dengan skor i10 tertinggi dan jumlah sitasi terbanyak. Dalam kategori indeks i10, nama Suharyo Sumowidagdo kembali memimpin dengan total i10 mencapai 703.

Sementara dalam kategori total sitasi, menurut detik.com sejumlah nama akademisi senior Indonesia juga masuk jajaran teratas, termasuk Agus Purwanto, Saifuddin Azwar, hingga Peter Mahmud Marzuki.
Berikut 15 ilmuwan Indonesia dengan h-index tertinggi versi AD Scientific Index 2026:
Meski demikian, sejumlah akademisi internasional mengingatkan bahwa h-index bukan satu-satunya indikator kualitas ilmiah. Sejumlah studi menunjukkan metrik tersebut memiliki keterbatasan karena sangat dipengaruhi jumlah kolaborasi penulis dan karakteristik disiplin ilmu tertentu.
Terlepas dari berbagai perdebatan tersebut, capaian para ilmuwan Indonesia di AD Scientific Index 2026 dinilai menjadi sinyal positif meningkatnya produktivitas riset nasional. Keberadaan ilmuwan Indonesia di daftar global juga menunjukkan bahwa kontribusi akademik dan publikasi ilmiah Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat internasional.(P-sm)

