Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (kiri) saat bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Humas Kemenpar)PRIORITAS, 13/2/2026 (Jakarta): Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa kinerja sektor pariwisata sepanjang 2025 berhasil melampaui seluruh target utama dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikannya bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu.
“Capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan bahwa arah kebijakan pariwisata Indonesia berada pada jalur yang tepat,” ujar Menpar Widiyanti.
Penjelasan pers yang diterima dari Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata, Jumat (13/2/2026) menyebutkan, bahwa pada tahun 2025 pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,11 persen dengan nilai PDB sekitar Rp23.821 triliun. Sektor pariwisata memberikan kontribusi sebesar 3,97 persen, dan bila memasukkan dampak lanjutan ke sektor-sektor terkait, total kontribusi mencapai 4,80 persen atau senilai Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun.
Empat lapangan usaha utama menjadi penggerak sektor ini, dengan penyediaan akomodasi serta makan-minum mencatatkan pertumbuhan 7,41 persen dan memberi andil 0,24 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, tiga lapangan usaha yang erat dengan pariwisata juga menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi pada 2025, yakni jasa lainnya tumbuh 9,93 persen, jasa perusahaan tumbuh 9,10 persen, serta transportasi dan pergudangan tumbuh 8,78 persen.
“Dengan fondasi ini, kami optimistis peran pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional akan terus meningkat,” kata Menpar Widiyanti.
Sektor pariwisata juga berperan sebagai penyerap tenaga kerja terbesar. Berdasarkan data Sakernas BPS dan Kementerian Ketenagakerjaan, pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025, naik 3,64 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 25,01 juta.
“Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja yang luas dan inklusif,” kata Menpar.
Penguatan destinasi dan event
Kementerian Pariwisata terus memperkuat daya tarik daerah melalui program Karisma Event Nusantara (KEN). Pada 2025, terdapat 99 event yang terselenggara, dan meningkat menjadi 125 event di 38 provinsi pada 2026.
Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan bahwa penyelenggaraan event bukan hanya sarana promosi destinasi, tetapi juga pengungkit ekonomi masyarakat.
“Event membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Sepanjang Januari–Desember 2025, tercatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan rata-rata pengeluaran 1.267 dolar AS per kedatangan, melampaui target RKP 2025.
Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatat rekor baru mencapai 1,2 miliar perjalanan, melebihi target 1,08 miliar perjalanan.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri mencapai 9,17 juta perjalanan. Pertumbuhan wisman yang lebih tinggi menghasilkan surplus kunjungan 6,22 juta, meningkat 25,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan surplus ini mengindikasikan penguatan net devisa pariwisata dan kontribusi positif pariwisata terhadap neraca ekonomi nasional,” ujar Wamenpar.
Target 2026: Wisman 16–17,6 juta
Memasuki 2026, pemerintah menargetkan 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisman serta 1,18 miliar perjalanan wisnus. Fokus utama tahun ini mencakup peningkatan kualitas destinasi, penguatan konektivitas, pengembangan event, dan promosi berbasis pasar.
“Dengan kolaborasi kuat seluruh pemangku kepentingan, pariwisata Indonesia akan tumbuh berkelanjutan dan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat,” kata Menpar Widiyanti. (P-*/bwl)