Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. (dok. Sekretariat Negara)PRIORITAS, 11/2/2026 (Jakarta): Di tengah urgensi penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah menetapkan target ambisius yang menandai arah baru kebijakan perumahan nasional. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), menegaskan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta ditargetkan rampung pada Agustus 2028.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/26). Menurut Ara, target ini sebagai bagian dari komitmen negara mempercepat penyediaan hunian vertikal yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi rakyat.
Ara menambahkan, proyek akan mulai memasuki tahap konstruksi awal pada 8 Maret 2026 dengan pemasangan tiang pancang. “Agustus sudah naik ke atas (struktur bangunan). Agustus 2028 sudah bisa menyerahkan,” ujarnya.
Rusun subsidi tersebut akan dibangun di tiga titik lahan, masing-masing seluas 10 hektare. Total 30 hektare lahan tersebut merupakan hibah dari PT Lippo Cikarang Tbk sehingga tidak memerlukan anggaran negara untuk pengadaannya.
“Negara mendapatkan hibah. Negara tidak mengeluarkan uang untuk tanahnya,” tegas Ara.
Total 141.000 unit
Di setiap titik akan dibangun 18 tower dengan kapasitas 2.600 unit per tower, sehingga total tersedia 141.000 unit. Hunian yang disiapkan mencakup tipe 1 hingga 3 kamar dengan ukuran 25, 35, hingga 45 meter persegi.
Ara memastikan proyek ini clean and clear, termasuk setelah melakukan konfirmasi dengan KPK. Mekanisme pembiayaan dan pembangunan akan dikoordinasikan dengan Danantara. “Saya sudah dapat arahan untuk berkoordinasi dengan Pak Rosan dari Danantara. Kami sudah rapat mengenai pembiayaannya,” katanya seperti dilansir Detikcom, Selasa (10/2/26)
Sebelumnya, nilai investasi untuk satu kawasan diperkirakan mencapai Rp13 triliun di luar tanah hibah. Jika seluruh tiga kawasan dibangun penuh, total investasinya diperkirakan mencapai Rp39 triliun.
Ara menyebut rusun subsidi ini diharapkan menjadi ekosistem hunian baru yang terjangkau dan masif bagi masyarakat. (P-*/bwl)