Transaksi pembayaran digital di Sulut melonjak, BI ungkap masyarakat semakin tinggalkan uang tunai

Sem Muhaling
Sabtu, 1 Agustus 2026
EKBIS Keuangan 0 261
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/8/26 (Manado): Bank Indonesia (BI) mencatat penggunaan kanal pembayaran digital di Sulawesi Utara terus meningkat sepanjang Triwulan I 2026. Lonjakan transaksi melalui BI-FAST, uang elektronik, dan QRIS menunjukkan masyarakat semakin mengandalkan pembayaran non-tunai karena  lebih praktis, cepat, dan efisien.

BI: Pembayaran digital terus menguat

Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Purwanto, mengatakan tren penggunaan sistem pembayaran digital di daerah ini terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Di sisi lain, pengelolaan uang rupiah mencatat net inflow atau uang masuk sebesar Rp513,57 miliar pada Triwulan I 2026. Kondisi tersebut mencerminkan normalisasi kebutuhan uang tunai masyarakat setelah meningkat pada periode Natal dan Tahun Baru.

BI-FAST tumbuh hampir 40 persen

Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada layanan BI-FAST. Nilai transaksi masuk dan keluar melalui kanal tersebut mencapai Rp43,76 triliun, atau meningkat 39,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, transaksi melalui BI-RTGS tercatat sebesar Rp5,94 triliun, tumbuh 6,38 persen secara tahunan. Adapun transaksi SKNBI meningkat 1,34 persen.

Semakin berminat uang elektronik dan QRIS 

AntaraNews melaporkan, BI juga mencatat transaksi menggunakan uang elektronik mencapai Rp748 miliar, naik 24,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Purwanto, peningkatan tersebut menegaskan bahwa masyarakat Sulawesi Utara semakin terbiasa memanfaatkan berbagai kanal pembayaran digital, mulai dari dompet digital (e-wallet), mobile banking, hingga QRIS untuk bertransaksi sehari-hari.

Digitalisasi dorong efisiensi transaksi

Bank Indonesia menilai perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi non-tunai menjadi indikator positif bagi percepatan digitalisasi sistem pembayaran di Sulawesi Utara.

Selain memberikan kemudahan dan efisiensi, BI juga berharap penggunaan pembayaran digital mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (P-sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025