PRIORITAS, 27/1/2026 (Jakarta): Sejumlah kader dari partai politik parlemen memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Fenomena ini dinilai tidak lepas dari kuatnya pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau dikenal sebagai Jokowi Effect di tubuh PSI.
Pengamat politik Agung Baskoro menilai kehadiran Jokowi menjadi magnet politik yang memberi daya tarik elektoral sekaligus insentif politik bagi para politisi yang bergabung.
“Secara personal, hadir Jokowi Effect di PSI sehingga menjadi magnet politik yang mampu memberikan berkah elektoral dan insentif lainnya,” ujar Agung dalam keterangannya diterima Selasa (27/1/2026).
Selain faktor figur, Agung menilai masih terbukanya ruang pengembangan PSI secara institusional menjadi pertimbangan penting. Menurutnya, peluang peran politik di PSI dinilai lebih besar dibandingkan partai lama para kader tersebut.
“Ruang berkembang PSI masih terbuka. Banyak elit partai melihat peran politik mereka bisa lebih signifikan dibandingkan di partai sebelumnya,” jelasnya.
Tren terus meningkat
Agung juga menyoroti tren suara PSI yang terus meningkat dari pemilu ke pemilu, meskipun partai tersebut belum berhasil menembus parlemen. “Walaupun belum menjadi partai parlemen, tren suara PSI dari pileg ke pileg menunjukkan peningkatan,” katanya.
Sejumlah tokoh yang diketahui bergabung dengan PSI antara lain mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali, Ketua DPP NasDem Bestari Barus, Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan Rusdi Masse Mappasessu, Ketua Bidang Pemilih Pemula NasDem Ricky Valentino, serta kader senior Partai Golkar I Wayan Suyasa. (P-*r/bwl)