Presiden AS Donald Trump mengaku tak ingin pakai kekerasan soal Greenland

Jeffry Wuisan
Rabu, 21 Januari 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 21/1/26 (Davos):  Presiden Amerika Serikat (AS),  Donald Trump, bicara melunak soal Greenland. Ia bahkan mengaku tidak akan menggunakan kekerasan ke Greenland.


Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada hari Rabu, Presiden Trump menyatakan dia tidak ingin memakai kekerasan saat menekan sekutu NATO di Greenland.

“Oke, sekarang semua orang berkata, ‘oh bagus.’ Itu mungkin pernyataan terbesar yang saya buat,  karena orang-orang mengira saya akan menggunakan kekerasan. Saya tidak perlu menggunakan kekerasan. Saya tidak ingin menggunakan kekerasan”, tegasnya, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Fox News, hari Rabu (21/1/2026)

Trump mengemukakan, AS adalah satu-satunya negara,  yang berada dalam posisi untuk mengendalikan dan mengamankan Greenland.


“Yang diminta Amerika Serikat hanyalah sebuah tempat bernama Greenland, ” kata Trump.

Menurut dia, AS sebenarnya sudah pernah memiliki Greenland sebagai negara wali.

“Tetapi dengan hormat mengembalikannya kepada Denmark belum lama ini,  setelah kita mengalahkan Jerman, Jepang, Italia, dan lainnya dalam Perang Dunia II, kita mengembalikannya kepada mereka”, jelas Trump.

Presiden Trump menggambarkan Greenland sebagai wilayah yang luas, hampir seluruhnya tidak berpenghuni dan belum berkembang.

Greenland, terletak tanpa pertahanan di lokasi strategis utama antara Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok.

Ia membantah AS berupaya memperoleh Greenland karena kandungan logam tanah jarangnya. Tetapi AS menginginkan Greenland karena lokasinya dari sudut pandang keamanan nasional.

“Pulau besar yang tidak terlindungi ini sebenarnya merupakan bagian dari Amerika Utara di perbatasan utara Belahan Bumi Barat,” katanya. “Itu adalah wilayah kita. Oleh karena itu, ini merupakan kepentingan keamanan nasional inti Amerika Serikat”, lanjutnya.

Rumah warna-warni di Greenland, Denmark.(mamboitaliano)

 

Perkuat NATO

Trump mengatakan jika AS mengamankan Greenland,  justru akan memperkuat pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Ini tidak akan menjadi ancaman bagi NATO. Ini akan sangat meningkatkan keamanan seluruh aliansi. Aliansi NATO”, jelasnya.

Trump menilai, Amerika Serikat diperlakukan sangat tidak adil oleh NATO. Karena itu ia telah menjadi kritikus NATO selama bertahun-tahun.

“Kita memberi begitu banyak, dan kita mendapatkan begitu sedikit sebagai imbalan”, ungkapnya.

Trump juga mengaku telah melakukan lebih banyak untuk membantu NATO daripada presiden mana pun. “Anda tidak akan memiliki NATO jika saya tidak terlibat.”

Dia berpendapat kendali AS atas Greenland, akan memperkuat keamanan bagi Amerika Serikat dan Eropa, kaena wilayah tersebut sebagai kebutuhan strategis dan bukan sekadar akuisisi lahan. “Uni Eropa membutuhkan kita untuk memilikinya, dan mereka tahu itu,” katanya.

 

Radar peringatan dini

Greenland telah lama memegang peran militer yang sangat penting di Arktik.

Selama Perang Dingin, pulau ini terletak di sepanjang jalur udara dan rudal terpendek antara Amerika Utara dan Uni Soviet.

AS memiliki pangkalan udara di Greenland, yang sekarang dikenal sebagai Pangkalan Luar Angkasa Pituffik.

Lokasi tersebut menjadi radar peringatan dini dan pengawasan,  yang dirancang untuk mendeteksi pesawat pengebom dan rudal yang datang dari musuh.

Tentara Denmark bergabung dengan tentara negara NATO lainnya untuk mengamankan Greenland.(ojoelsen)

 

“Sekarang negara kita dan dunia menghadapi risiko yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Karena rudal, karena senjata nuklir, karena senjata-senjata lain, karena peperangan yang bahkan tidak bisa saya bicarakan,” lanjut Trump tentang Greenland.

Dalam beberapa tahun terakhir, minat AS yang kembali meningkat telah dikaitkan dengan meningkatnya persaingan kekuatan besar di Arktik.

Para pejabat dan analis telah menunjuk pada upaya China untuk memperluas pengaruhnya di kawasan tersebut.

Trump menggarisbawahi AS lebih kuat dari sebelumnya dan berada dalam posisi untuk menyelesaikan kesepakatan Greenland, setelah dua abad presiden-presiden sebelumnya mencoba melakukan hal yang sama.

 

Ancaman tarif

Pada tahun 2019, Denmark mengatakan akan menghabiskan lebih dari 200 juta dolar untuk memperkuat pertahanan Greenland.

“Tetapi seperti yang Anda ketahui, mereka menghabiskan kurang dari 1% dari jumlah itu. 1% bukanlah tanda-tanda kehadiran Denmark di sana,” kata Trump.

Pekan lalu Trump sempat memperingatkan sekutu-sekutu Eropa, untuk mencapai kesepakatan mengenai pulau tersebut paling lambat 1 Februari 2026 atau menghadapi konsekuensinya.

Barang-barang dari Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris akan dikenakan tarif 10 persen jika tidak ada kesepakatan yang tercapai hingga Februari.

Kemudian pajak akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan.

Para pemimpin Eropa di Davos sebagian besar menganggap ancaman tarif terkait Greenland yang dilontarkan Trump sebagai paksaan ekonomi.(P-Jeffry W)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan