Menyusul ketegangan Greenland, Rusia perkuat pertahanan Arktik

Selvijn MJR
Jumat, 16 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 16/1/26 (Moskow): Sebagai respons terhadap ancaman yang terkait dengan situasi di sekitar Greenland, pihak Rusia pada Kamis (15/1/26) waktu setempat menyatakan, mereka akan terus memperkuat kemampuan pertahanan mereka di Arktik.


Ya, ketika berbicara dalam konferensi pers di Moskow, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan, Moskow mendukung China dan menganggap “tidak dapat diterima” untuk menggunakan referensi terhadap “aktivitas tertentu” mereka di wilayah Arktik sebagai dalih untuk meningkatkan ketegangan di sana.

“Negara kami akan terus dengan tegas mempertahankan posisinya di wilayah tersebut. Kami akan melanjutkan kebijakan kami untuk memperkuat kedaulatan nasional di zona Arktik. Pertama-tama, kemampuan pertahanan dan infrastruktur Jalur Laut Utara kami sendiri,” tegasnya.

Narasi AS dituding tidak berdasar


Selanjutnya, Zakharova mencatat, AS menetapkan Greenland sebagai “wilayah kepentingan AS,” dengan narasi yang tidak berdasar tentang “ancaman Rusia.”

“Kami setuju dengan posisi China tentang tidak dapat diterimanya rujukan terhadap aktivitas Rusia dan China tertentu di sekitar Greenland sebagai alasan untuk peningkatan ketegangan saat ini,” tuturnya.

“Kami juga yakin bahwa peningkatan ketegangan yang muncul di wilayah Arktik adalah konsekuensi langsung dari tindakan Aliansi Atlantik Utara,” lanjutnya.

Karena itu, juru bicara tersebut mendesak agar setiap perbedaan mengenai Greenland diselesaikan melalui negosiasi sesuai dengan hukum internasional dan dengan mempertimbangkan kepentingan penduduknya.

Disebut Zakharova, NATO telah mengubah wilayah Arktik “menjadi arena persaingan geopolitik” dan bersedia menggunakan cara militer untuk memperkuat posisinya.

“Mereka sendiri yang pertama kali menciptakan gagasan bahwa ada beberapa yang disebut agresor, dan kemudian mereka sendiri yang menciptakan gagasan bahwa mereka siap melindungi seseorang dari agresor yang dituduhkan ini,” katanya.

Karena itu, Zakharova memperingatkan Eropa, setiap upaya untuk meningkatkan ketegangan di Arktik dan menciptakan ancaman bagi keamanan Rusia, anggota penuh komunitas Arktik, akan memiliki konsekuensi serius.

“Dapat dipahami bahwa setiap upaya untuk mengabaikan kepentingan Rusia di Arktik, terutama di bidang keamanan, tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan memiliki konsekuensi yang luas,” tandasnya.

Washington membutuhkan kendali atas Greenland

Dilaporkan, pada Rabu (14/1/26) waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa Washington membutuhkan kendali atas Greenland untuk sistem pertahanan udara dan rudal Golden Dome yang direncanakannya.

Diketahui, Greenland merupakdn bagian dari Denmark sebagai wilayah otonom. Pada 1951, Washington dan Kopenhagen, selain komitmen aliansi NATO mereka, menandatangani perjanjian pertahanan.

Berdasarkan perjanjian ini, AS berkewajiban untuk membela pulau tersebut dari kemungkinan agresi. Demikian dikutip Antara dari Anadolu. (P-*r/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan