Aryna Sabalenka mencium trofi Brisbane International usai mengalahkan petenis Ukraina Marta Kostyuk pada babak final WTA 500 Brisbane di Brisbane, Australia, Minggu (11/1/26). (WTA)PRIORITAS, 12/1/26 (Brisbane): Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka berhasil mempertahankan gelar juara Brisbane International yang juga merupakan trofi ke-22 dalam kariernya. Sabalenka berhasil mematahkan Marta Kostyuk 6-4, 6-3 dalam waktu 1 jam 18 menit di Pat Rafter Arena, Brisbane, Australia, Minggu (11/1/26) waktu setempat.
Bagi Sabalenka, Ini adalah gelar keduanya di Gelar WTA 500 Brisbane dan merupakan trofi juara kelimanya di Australia sehingga menjadi ke-22 dalam kariernya, yang melampaui Victoria Azarenka. Akan tetapi, masih di bawah Venus Williams dan Iga Swiatek.
“Saya ucapkan selamat kepada Marta dan timnya atas awal musim yang luar biasa,” kata Sabalenka saat penyerahan trofi seperti dikutip WTA. Sabalenka mengangkat trofi tanpa kehilangan satu set pun sepanjang pekan, meskipun Kostyuk berusaha keras mengubahnya di final.
Permainan tingkat tinggi
Keduanya menampilkan permainan tingkat tinggi sepanjang pertandingan. Sabalenka menyingkirkan Madison Keys dan Karolina Muchova sebelum mengalahkan Kostyuk. Sementara Kostyuk menyisihkan Amanda Anisimova, Mirra Andreeva, dan kemudian Jessica Pegula sebelum kalah dalam final.
Dia gagal memenangkan trofi pertamanya sejak 2023 karena Sabalenka langsung menyerang sejak awal laga. Sabalenka langsung memimpin 2-0 dan berhasil memanfaatkan break point keempatnya. Setelah tertinggal 0-3, Kostyuk bangkit untuk memenangi tiga gim berturut-turut guna menyamakan kedudukan 3-3. Kedudukan tetap imbang hingga gim ke-10, ketika celah kecil Kostyuk dimanfaatkan betul oleh Sabalenka.
Namun, petenis asal Belarus kembali mematahkan servis Kostyuk untuk memenangi set pertama.
Pada set kedua, Sabalenka menunjukkan alasan ia menjadi salah satu petenis unggulan terbaik dengan melesa 2-0 dan kemudian 3-0.
Kali ini, Kostyuk tidak dapat berbuat banyak. Sabalenka mengakhiri servisnya untuk unggul 4-1, kemudian menyelesaikan pertandingan dengan meyakinkan beberapa gim kemudian seperti dikutip Antara. Meskipun ia tidak bisa mempertahankan servis yang sempurna, Sabalenka masih memenangi 81 persen poin dari servis pertamanya dan hanya menghadapi tiga break point.
Dengan gelar pertamanya pada 2026, Sabalenka kini mengalihkan perhatian ke Australian Open ketika tahun lalu dia menjadi runner up karena kalah melawan Keys dalam final. (P-wr)